Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI telah memeriksa 14 saksi terkait kasus pembunuhan berantai atau serial killer Bekasi-Cianjur dengan tersangka Wowon Erawan alias Aki Cs.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menyebut pihaknya terus melakukan penyidikan guna mengetahui korban dan tersangka lainnya.
"Proses penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan berencana dan kaitannya dengan tindakan berlanjut pembunuhan berantai. Sampai saat ini tim penyidik sudah memeriksa 14 orang saksi," kata Hengki melalui keterangannya, Rabu (25/1).
Pihaknya akan mengusut kasus tersebut secara tuntas. Pengusutan kasus dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat sehingga tidak menjadi korban dengan modus penipuan yang berujung hilangnya nyawa.
"Jangan sampai ada korban berikutnya di luar kejadian ini. Secara preemtif ini memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa jangan ada lagi korban yang terperdaya dengan modus-modus operandi yang dilakukan oleh pelaku ini," jelasnya.
Hengki menyebut masyarakat harus hati-hati dengan modus cepat kaya dengan cara yang tidak masuk akal. Ia merujuk pada kasus pembunuhan berantai Wowon Erawan alias Aki Cs di Bekasi dan Cianjur yang diawali dengan penipuan.
Wowon mengaku bisa menggandakan uang dan mengiming-imingi korbannya meraih kekayaan dengan instan. Korban yang menyerahkan uangnya untuk digandakan kemudian dibunuh. Begitu juga dengan keluarga yang mengetahui penipuan tersebut dibunuh dengan cara diracun.
Baca juga: Jasad Siti di Garut Korban Pembunuhan Wowon Cs Dibawa ke Jakarta
Hengki berharap masyarakat waspada dan belajar dari kejadian tersebut, sehingga tidak menjadi korban penipuan bahkan pembunuhan.
"Masyarakat luas jangan coba-coba melakukan modus seperti ini. Bukan hanya harta, tapi jiwa juga akan menjadi korban," tutur Hengki.
Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembunuhan berantai di Bekasi dan Cianjur, yakni Wowon Erawan alias Aki, Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin. Para tersangka sejauh ini telah membunuh 9 orang, yang terdiri dari dua tenaga kerja wanita, hingga keluarga para tersangka.
Para tersangka membunuh korban dengan cara membuang ke laut, mencekik, hingga meracuni dengan racun tikus dan pestisida.
Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran mengatakan para tersangka membunuh korban untuk menutupi jejak kejahatannya.
"Ternyata korban meninggal dunia di Bekasi dibunuh karena para tersangka ini diketahui melakukan tindak pidana lain. Mereka melakukan serangkaian pembunuhan atau bisa sebut serial killer," kata Fadil.
Fadil menjelaskan para pelaku tega membunuh anggota keluarganya sendiri karena kejahatan mereka diketahui para korban. Pada tersangka menganggap korban merupakan sosok berbahaya yang dapat membocorkan kejahatan mereka.(OL-5)
Jika Anda adalah penggemar film horor yang mencari pengalaman menegangkan dan menakutkan, berikut adalah beberapa rekomendasi film horor terbaik yang patut Anda tonton
KAPOLDA Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfhi mengungkap kasus pembunuhan berantai empat nyawa di Wonogiri pada akhir 2023.
Berikut ini kami bagikan beberapa rekomendasi film pembunuhan berantai yang dapat Anda tonton.
Leslie Van Houten, pengikut pembunuh berantai Charles Manson, dibebaskan dari penjara California, setelah mendekam di bui selama lima dekade.
Sifat masyarakat yang ingin uang banyak dengan jalan pintas yang memicu fenomena dukun penggandaan uang.
Warga berdatangan ke rumah Slamet Tohari untuk melihat dukun pengganda uang yang melakukan pembunuhan 12 orang.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved