Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Depok, Jawa Barat hari ini kembali melayani pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sempat terhenti karena blanko habis.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadispendukcapil) Kota Depok Nuraeni Widayatti mengajak masyarakat menukar surat keterangan (suket) menjadi e-KTP di loket perekaman Gedung Dibaleka II Kota Depok.
"Mulai hari ini (Dispendukcapil) Kota Depok sudah mulai melaksanakan pencetakan e-KTP yang sempat terhenti," kata Nuraeni di Balai Kota Depok, Kamis (5/1).
Ia mengatakan selama 18 November sampai 30 Desember 2022, ada ribuan warga masyarakat yang menggunakan surat keterangan (suket) pengganti KTP elektronik. "Ada 16 ribu warga yang pegang suket sebagai pengganti e-KTP."
Nuraeni mengatakan, pada Rabu kemarin ini Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil sudah mendistribusikan blanko e-KTP ke Dispendukcapil Kota Depok. Karena itu, bagi warga yang sudah melakukan perekaman, tapi belum mendapat e-KTP bisa langsung dicetak dengan cara warga menukar suket.
"Petugas kami telah siap melayani pencetakan e-KTP kepada masyarakat pemegang suket termasuk perekaman kepada pemohon lainnya," kata Nuraeni.
Menurut Nuraeni, kekosongan blanko e-KTP telah menuai keluhan masyarakat pemohon karena terjadi sejak November 2022. "Masyarakat juga perlu paham, ini kan sifatnya nasional. Semua kota/kabupaten menunggu pasokan blanko dari pemerintah pusat," ungkapnya.
Namun demikian, sambung Nuraeni keluhan masyarakat tentu bisa dimaklum karena memang kegunaan e-KTP demikian perlu.
Selama ketersediaan blanko e-KTP masih belum tercukupi, sambungnya, Dispendukcapil Kota Depok akan memberikan Surat Keterangan Pengganti kepada seluruh pemohon e-KTP. Meskipun bersifat sementara, fungsinya sama dengan e-KTP.
Kebijakan pemberian suket pengganti e-KTP tersebut merupakan solusi untuk mengatasi lonjakan jumlah pemohon e-KTP yang masih terus membanjiri kantor Dispendukcapil Kota Depok.
"Nanti, pemegang e-KTP sementara tersebut akan wajib menggantinya dengan e-KTP jika blanko telah tersedia kembali."
“Solusi jika blanko kembali kosong semua pemohon yang sedang mengurus e-KTP kami beri suket pengganti e-KTP yang berfungsi sama dengan e-KTP, tentunya dengan membawa berkas-berkas yang disyaratkan, " ucapnya.
Sisi lain, Nuraeni juga menghimbau warga masyarakat untuk mengaktifkan IKD (Identitas Kependudukan Digital) melalui handphone android. "Bagi masyarakat Kota Depok yang ingin mengaktifkan KTP digital, dengan syarat memiliki handphone android, silahkan datang ke kantor Dispendukcapil Kota Depok," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: 28 RT dan 3 Ruas Jalan di Ibu Kota Tergenang akibat Hujan Lebat
TEROBOSAN baru dalam pelayanan publik yakni Dukcapil Bergerak diresmikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengurangi masa tahanan eks Ketua DPR Setya Novanto (Setnov).
Pemerintah Kota Batam melalui Disdukcapil terus berupaya meningkatkan akses layanan administrasi kependudukan, khususnya perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
Buron kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-E) Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin (PT) saat ini ditahan di Changi Prison.
Buron kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Paulus Tannos, telah berhasil ditangkap di Bandara Internasional Changi, Singapura.
Pengajuan kepindahan alamat Kependudukan tersebut sebagai persyaratan administrasi sesuai aturan sebelum dilantik sebagai Gubernur Jabar harus berdomisili di Bandung.
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved