Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI saat ini masih melakukan pemeriksaan kepada 15 saksi dari PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries. Dimana perusahaan tersebut diduga memproduksi obat sirop yang mengadung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (Deg) melebihi ambang batas.
"Sedang menyelesaikan pemeriksaan Hari ini, kemarin uda 15 saksi di Kediri," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pipit Rismanto pada Kamis (3/11).
Baca juga: Pj Gubernur DKI Bisa Jadikan Jakarta Kota Bisnis Kelas Dunia
"Afi farma semua. Sementara itu dulu ya," imbuhnya.
Pipit mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan penyitaan terhadap beberapa produk dari PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries.
"Hari ini masih running ya melakukan pendalaman-pendalaman dengan menyita beberapa sampel dari produk, bahan baku, sedang uji lab, kita akan uji lab lagi terkait bahan baku yang diduga ada pencemaran EG dan Deg,"papar Pipit.
Lebih lanjut, Pipit berharap dalam minggu ini sudah terdapat kejelasan dalam penanganan kasus cemaran obat sirop yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (Deg) yang mengakibatkan gagal ginjal akut.
"Mudah-mudahan minggu ini ada kejelasan, kita kan juga membawa sampel baru juga dari bahan-bahan baku, kan ada beberapa drum yang kita cek," sebut Pipit.
"Kan ada beberapa drum yang kita amankan sedang kita police line, ini nanti kita ambil sampelnya. Dari drum-drum itu misalnya kira-kira 10-10nya melakukan uji sampel kemudian nanti mana yang mengandung EG dan DEG, atau cemaran-cemaran lainnya," tambahnya.
Sedangkan PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries sendiri, dijelaskan Pipit sudah berhenti beroprasi sementara lantaran tengah dalam proses penyidikan.
"Iya kalau sekarang sih sementara mereka tidak beroperasi ya karena kan semua dalam penanganan penyidikan ya," pungkasnya.
Diketahui, Polisi telah menaikan status penanganan dari penyelidikan ke penyidikan kasus obat sirop yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (Deg) melebihi ambang batas yang diduga kuat mengakibatkan gagal ginjal akut misterius (acute kidney injury/AKI).
Polisi sampai saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap PT Afi Farma Pharmaceuticals Industries yang berada di Kediri, Jawa Timur. Perusahaan farmasi tersebut diduga kuat memproduksi obat sirop mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (Deg) yang melebihi ambang batas. (OL-6)
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved