Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
TOTAL ada enam orang dinyatakan masih hilang akibat bencana alam yang terjadi empat hari lalu di Bogor Raya (Kota dan Kabupaten Bogor). Tercatat lima orang di Kota Bogor dan 1 orang di Kabupaten Bogor.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor hingga Jumat (14/10), tiga orang yang tertimbun di Gang Barjo, RT 03/02, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Rabu (12/10) lalu belum ditemukan. Mereka adalah Cicih, Dini dan Iwan.
Kemudian satu orang warga bernama Komar, 60, yang hanyut terseret arus air luapan Sungai Arzimar saat hendak menyelamatkan barang-barang rongsok miliknya juga belum ditemukan.
Juga dengan satu orang pemotor yang terseret ke gorong-gorong (dari rekaman video yang viral di medsos) dan hanyut terseret arus air dari banjir lintasan yang terjadi di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, pada Selasa (11/10). Hingga kini, pemotor yang belakangan diketahui bernama Adzra Nabila, 20, seorang mahasiswa IPB University itu belum ditemukan.
Sedangkan satu orang lainnya yang masih dinyatakan hilang adalah Andini, seorang siswa sekolah menengah pertama asal Depok. Dia adalah satu dari empat orang siswa yang hanyut terseret arus air bah yang terjadi di sungai sekitar Curug Kembar, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, pada Rabu (12/10) sore.
Hingga kini, Jumat pagi, Andini belum juga ditemukan. Sedangkan tiga lainnya sudah ditemukan pada Kamis (13/10) dini hari dengan kondisi sudah meninggal dunia.
Kepala BPBD Kota Bogor, Theo Patricio Freitas, proses pencarian akan dilanjutkan hari ini (Jumat, red). Debelumnya pencarian dihentikan karena rawan. Selain itu pencarian malam hari sangat menyulitkan secara visualisasi.
"Ada kerawanan kalau kita terus lanjutkan. Malam tidak ada visual. Jadi kita pulihkan tenaga, kita maksimalkan hari ini,"katanya.
Pencarian katanya, dimulai pada pukul 08.00 WIB, dengan alasan karena makin siang cuacanya dikhawatitkan tidak bersahabat.
"Tapi kita harapkan cuacanya baik. Kita optimis semoga bisa ketemu korban 3 yang masih tertimbun di Gang Barjo,"katanya.
Pencarian untuk korban hanyut pun, akan dilanjutkan. Untuk yang di Jalan Dadali, lanjutnya, pencarian akan menggunakan alat berat (beko) jika dibutuhkan, seperti sebelumnya. Alat berat digunakan untuk memecah trmbok yang rubuh. "Asumsinya korbab tersangkut di situ,".
Untuk pencarian korban hanyut, Theo menjelaskan, areanya akan diperluas. Kalau sebelumnya hingga jarak 10 kilometer dari lokasi kejadian, namun untuk hari ini akan dilakukan dengan memperluas area pencarian.
"Selain itu juga ada tim yang menyusuri sungai. Ada juga tim yang di sungai Cipakancilan, Ciliwung arah Cilebut Grande dan sampai Cibinong," pungkasnya.
Kasie Ops Basarnas Jakarta Agung Priambodo menambahkan, untuk pencarian korban tertimbun juga dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak. Pencarian yang dilakukan tim sar gabungan termasuk dari Basarnas, masih secara manual.
"Kita menggunakan pacul dan semprot air. Karena untuk alat berat tidak ada akses. Ini gang-gang sempit, kecil. Hari ini kita ada penambahan alat penyemprotan, dan juga pacul biar maksimal dan cepat menggalinya," katanya.
Hal serupa juga dilakukan tim gabungan BPBD, TNI, polri, relawan Tagana di Puncak. Pencarian Andini akan kembali dilanjutkan hari ini. "Kita akan lanjutkan. Kita akan berupaya semaksimal mungkin,"kata Kapolres Bogor AKB Iman Imanuddin. (OL-13)
Baca Juga: Lesti Kejora Cabut Laporan, Rizky Billar Langsung Bebas?
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
Hujan ekstrem di Depok menyebabkan 16 makam di TPU Muara Benda longsor ke Kali Ciliwung. Pemkot Depok segera pindahkan jenazah untuk cegah hanyut.
INTENSITAS bencana tanah longsor akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi di Kota Depok, Jawa Barat per Februari 2026 meningkat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Sebanyak 35 rumah rusak berat serta tertimbun akibat tanah longsor yang terjadi pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved