Kamis 22 September 2022, 17:22 WIB

Antrean di SPBU Kian Ramai, Warga: Beli Pertalite Butuh Setengah Jam Lebih

Selamat Saragih | Megapolitan
Antrean di SPBU Kian Ramai, Warga: Beli Pertalite Butuh Setengah Jam Lebih

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Antrean pembeli pertalite di sebuah SPBU di Jakarta.

 

SEJUMLAH warga mengeluhkan ramainya antrean panjang pembeli pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Keluhan itu disampaikan Valent Raynando Oktavianus, 25, warga Cengkareng, Jakarta Barat.

Dia mengaku harus mengantre sekitar setengah jam untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) Pertalite. Situasi ini dia rasakan sejak terjadi kenaikan harga BBM.

"Antreannya memang terasa lebih ramai dari biasanya. Jelas banget ada perubahan antrean bila dibandingkan dengan sebelum kenaikan harga BBM. Sekarang bisa setengah jam lebih buat antre beli Pertalite di stasiun pengisian bahan bakar minyak umum (SPBU) di Jl Daan Mogot," ujar Valent, di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (22/9).

Karena itu, lanjut Valent, dia seringkali terpaksa mengisi tangki mobil Avanzanya dengan pertamax yang harganya lebih mahal dari pertalite.

"Kalau buru-buru, mau enggak mau beli pertamax meski mahal, tapi paling beli 10 liter biar perjalanan aman. Tadinya rencana beli BBM jenis pertalite 15 liter seharga Rp 150 ribu agar cukup dengan pulangnya," ungkap Valent.

Baca juga: Polda Metro akan Hapus Tilang Manual Secepatnya tapi Belum Tau Kapan

Kondisi serupa juga dirasakan Eddy Chaniago, 46, warga Kalideres, Jakarta Barat. Menurut dia, antrean di SPBU tetap mengular baik sebelum maupun sesudah kenaikan harga BBM.

Hal ini dikarenakan mayoritas kelompok pengguna sepeda motor memilih pertalite yang harganya lebih murah.

"Rata-rata memang pembeli pertalite lebih banyak daripada jenis BBM lain," kata Eddy.

Setiap harinya, Eddy biasanya menggunakan sepeda motor untuk bekerja dan membutuhkan waktu sekitar 10-20 menit untuk mengisi BBM.

Dia pun sesekali membeli pertamax karena antreannya tidak terlalu ramai.

"Saya terpaksa membeli pertamax untuk menghindari antrean lebih panjang, meski selisih harga dengan pertalite terasa cukup berat," ungkap Eddy. (OL-4)

Baca Juga

dok.ist

Pemkab Bogor Minta RS Mary-Warga Mediasi Soal Portal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:45 WIB
SEBAGIAN masyarakat yang merupakan pasien mengeluhkan akses menuju Rumah Sakit (RS) Mary Cileungsi Hijau, yang dinilai agak terhambat...
MI/Ramdani

Wagub DKI Ungkap Rencana Pulau G Jadi Lokasi Hunian Masih Dibahas

👤Kautsar Widya P 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:18 WIB
"Belum ada bangunan permanen yang terlihat di pulau itu sampai saat ini. Nanti kita tunggu...
Antara

Pemprov DKI Janji Tutup Semua Tempat Prostitusi

👤Ant 🕔Sabtu 24 September 2022, 21:58 WIB
Riza meminta masyarakat untuk melaporkan adanya praktik prostitusi sehingga bisa segera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya