Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Anggota Komisi VI Tegaskan Pertalite di SPBU Jawa Timur tidak Tercampur Air

Heryadi
19/11/2025 22:26
Anggota Komisi VI Tegaskan Pertalite di SPBU Jawa Timur tidak Tercampur Air
Anggota Ditreskrimsus Polda Jawa Timur mengecek BBM di SPBU di Surabaya.(Antara)

 

ANGGOTA Komisi VI DPR Khilmi meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang belum tentu kebenarannya seperti kasus Pertalite yang dicampur air di Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Khilmi saat Komisi VI melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut Pertamina dan jajarannya, Rabu (19/11).

“Masalah Pertalite yang ceritanya jelek, yang ada di Dapil (daerah pemilihan) saya. Semua aparat penegak hukum (APH) menyelidiki dan mendatangi SPBU yang katanya terjadi campuran air. Namun, setelah didatangi dan diteliti, tidak ada Pertalite tercampur dengan air,” kata Khilmi, anggota DPR dari Dapil X Jawa Timur.

“Jadi saya berharap, ke depan kita jangan percaya dengan hal-hal yang belum tentu kebenarannya sebelum diperiksa APH. APH tidak akan bohong bahwa barang ini, tidak ada campuran airnya di Pertalite,” ujar Khilmi.

Khilmi juga meminta masyarakat untuk mengambil kesimpulan berdasarkan fakta yang ada. Tidak hanya berdasarkan informasi di media sosial sebelum ada penyelidikan oleh APH. ”Setelah diselidiki, ternyata tidak ada masalah. Seharusnya kita tidak mempermasalahkan hal seperti ini,” kata dia. 

Kasus Pertalite tercampur air yang heboh tersebut, menurut Khilmi, hanya terjadi di dua kabupaten di Jawa Timur. Padahal, kalau memang terdapat persoalan, harusnya di seluruh wilayah Indonesia.

“Ini kan barangnya cuma ada dua, impor atau dari kilang Pertamina sendiri. Sedangkan (kasus) ini cuma di dua kabupaten. Nah, kalau BBM Pertamina jelek, maka di seluruh Indonesia kendaraannya akan rusak. Ini kan tidak terjadi,” tegas Khilmi.

Khilmi juga berharap semua pihak memahami betapa berat tugas Pertamina dalam mendistribusikan BBM ke seluruh wilayah Indonesia. Termasuk dalam menjalankan penugasan BBM Satu Harga. ”Betapa beratnya dia. Kalau dia (Pertamina) dikasih tugas menjual BBM di Jakarta, Semarang atau Surabaya pasti akan  lebih mudah,” ucap Khilmi.

PULIHKAN PASOKAN
Secara terpisah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memulihkan suplai dan penyaluran pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sebagian wilayah Kalimantan Selatan, termasuk di Kabupaten Tabalong.

Distribusi Pertamax sempat terganggu karena adanya tantangan cuaca perairan dalam pengiriman produk Pertamax ke Terminal BBM di Banjarmasin dari titik suplai utama, di tengah peningkatan permintaan yang signifikan terhadap produk Pertamax Series oleh masyarakat.

Area Manager Communication, Relations CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Edi Mangun saat dikonfirmasi di Banjarmasin, Rabu (19/11), menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. (Ant/E-2)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya