Jumat 05 Agustus 2022, 17:14 WIB

Komnas HAM Identifikasi 10 dari 15 Ponsel milik Pihak terkait Kematian Brigadir J

Irfan Julyusma | Megapolitan
Komnas HAM Identifikasi 10 dari 15 Ponsel milik Pihak terkait Kematian Brigadir J

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Komisioner Pemantauan/Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam (kiri)

 

KOMNAS HAM melalui Choirul Anam dan Beka Ulung Aksara selaku Komisioner Komnas HAM menyampaikan bahwa terdapat penemuan baru terkait kasus Brigadir J yang berupa hasil identifikasi sepuluh dari lima belas telepon genggam pada hari Jumat (5/8).

Telepon genggam yang berhasil diidentifikasi tersebut belum dijelaskan milik siapa namun bukti baru tersebut mengandung foto, dokumen, kontak, akun, percakapan chat dan semua digital lainnya.

“Data yang kemudian ingin kami sampaikan yang nanti juga akan di sampaikan oleh pak anam bahwa sampai sejauh ini tim cyber sudah mengumpulkan lima belas handphone dan kemudian sepuluh sudah di periksa dan lima sedang di analisa atau diproses,” ucap Beka.

“Kami mendapat tambahan informasi berupa 10 handphone yang sudah di proses yang sudah kami periksa satu satu,” tambah Anam.

Komnas HAM juga mendapat raw material yang menjadi bahan dasar soal percakapan dan sebagainya yang akan Komnas HAM analisa lebih lanjut.

Komnas HAM juga sudah mengkonfrimasi rentetan waktu yang mereka dapat dari Jambi setelah melakukan pendalaman selama sepuluh hari pendalaman, yang dimana waktu dan substansinya sudah terkonfirmasi oleh Komnas HAM.

Baca juga: Mutasi Anggota polri harus jadi Momentum Reformasi

“Soal konstren waktu yang sejak awal sudah kami dapatkan dari Jambi, itu jg terukur dari hasil pendalaman kami dari 10 hari tersebut, dari waktunya sudah terkonfirmasi dan substansinya juga terkonfirmasi,“ ucap Komisioner Komnas HAM lainnya Choirul Anam.

Tim siber juga menjelaskan secara luas kepada pihak Komnas HAM mengenai penggunaan alatnya, metode yang digunakan, serta logika memberlakukan handphone tersebut sehingga Komnas HAM mendapat substansi.

“Dalam proses tadi kami dijelaskan dengan sangat luas tentang penggunaan alatnya, metode yang digunakannya, dan logika bekerjanya bagaimana memberlakukan handohoene tersebut dan mendapat substansinya,“ lanjut Anam.

Selanjutnya Komnas akan mengatur agenda kembali dengan tim khususnyng diagendakan pada hari Rabu (10/08) di Kantor alokasi HAM guna membahas hasil uji balistik, pengaturan ulang agenda tersebut dikarenakan tim khusus menemukan bukti baru dari hasil uji balistik.

Penemuan barang bukti baru ini membuat proses penanganan kasus ini semakin terang. “Ini yang membuat posisi kami melihat proses penanganan kasus Brigadir J semakin terang,” pungkas Anam. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Resmikan 12 Rusunawa di Jakarta, Anies: Kebutuhan Dasar Warga

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 14:05 WIB
Mantan Mendkibud itu juga berharap program ini tidak akan berhenti pada 33 tower saja, melainkan akan terus...
dok.mi

Begal Bersenjata Rampok Pengunjung Warkop di Jaktim

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 13:47 WIB
BEGAL bersenjata tajam menyerang seorang pengunjung warung kopi (warkop) di Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (15/8). Aksi tersebut terekam...
medcom.id

2.615 Narapidana Lapas dan Rutan Salemba Terima Remisi Kemerdekaan

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 12:47 WIB
Kepala LP Salemba Kelas II A, Yosafat Rizanto menjelaskan di LP Salemba Kelas II A terdapat 1.806 warga binaan yang mendapat remisi dan 16...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya