Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MABES Polri mendalami hasil uji coba balistik di laboratorium forensik (labfor) terkait kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan tim khusus yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan pendalaman lebih lanjut terkait hasil uji balistik laboratorium forensik terhadap senjata Glock 17 dan HS-9 yang ditemukan di lokasi kejadian. Kedua senjata tersebut digunakan oleh Bharada E dan Brigadir J dalam insiden saling tembak di kediaman Ferdy Sambo.
Dedi menjelaskan tim khusus mendalami lebih lanjut untuk mengetahui sudut, jarak, dan sebaran peluru saat salin tembak yang menewaskan Brigadir J.
"Ini didalami terus oleh Labfor. Kemudian tadi juga hadir dari Inafis, kemudian hadir juga dari kedokteran forensik dan juga penyidik," kata Dedi di Jakarta Selatan, Senin (1/8).
Dedi menjelaskan pendalaman uji balistik oleh tim khusus tersebut baru pertama kali dilakukan. Ia mengungkapkan tim khusus akan menyampaikan hasil pendalaman tersebut.
"Saya minta untuk bersabar karena timsus bekerja tetap mengedepankan ketelitian, kecermatan juga kehati-hatian ya, karena kerja timsus nanti akan disampaikan secara komperhensif dan memiliki konsekuensi yuridis," ucapnya.
Baca juga: Timsus Polri akan Paparkan Uji Balistik Kasus Tewasnya Brigadir J
Dedi menjelaskan pihaknya kini fokus dalam mendalami hasil uji balistik laboratorium forensik. Tim khusus belum memeriksa sejumlah saksi saat pendalaman tersebut.
"Kami fokus terkait soal pendalaman uji balistik yang sudah dilakukan oleh Labfor di TKP. Untuk pemeriksaan saksi dari Dittipidum yang menyampaikan Mabes Polri," tukasnya.
Diketahui, Brigadir J disebut tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Namun, peristiwa itu baru diungkap pada Senin (11/7).
Polisi mengklaim penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo. Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E. Tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sedangkan tembakan Bharada E mengenai Brigadir J hingga tewas.
Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusut insiden tersebut. Selain itu, Komnas HAM juga melakukan penyelidikan secara independen terhadap kasus itu.
Saat ini Sambo telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri. Kapolri mengatakan penonaktifan Sambo agar penyidikan kasus penembakan Brigadir J terlaksana dengan baik dan menghindari berbagai spekulasi di ruang publik.(OL-5)
ORANG tua mendiang Brigadir Nofriansyah Yosua atau Brigardir J mengajukan gugatan perdata senilai Rp7,5 miliar terkait perbuatan melawan hukum.
Remisi hanya diberikan kepada Putri. Sementara itu, untuk suaminya Ferdy Sambo tidak diberikan.
Pemotongan vonis Putri Candrawathi oleh majelis hakim karena dinilai bukan inisiator pembunuhan Brigadir J dan memiliki empat anak.
Riwayat hidup Ferdy Sambo yang mengabdi selama 30 tahun di Polri masuk dalam pertimbangan meringankan putusan hakim.
Tidak ada peningkatan pengamanan saat Ferdy Sambo dieksekusi ke Lapas Salemba.
Terpidana kasus pembunuhan Brigadir J, Putri Candrawati telah dijebloskan ke Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Momentum kebangkitan Putri di awal tahun ini bertepatan dengan apresiasi yang diterimanya dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Yusril menegaskan isu-isu teknis seperti mutasi, promosi, dan pendidikan akan tetap menjadi ranah internal kepolisian dan tidak seluruhnya dimuat dalam laporan kepada Presiden.
Dalam penanganan ini, kepolisian bekerja secara paralel mengumpulkan data antemortem (data fisik korban sebelum meninggal) dan post-mortem (data fisik dari jenazah).
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan merekrut 101 atlet SEA Games.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.20 WIB saat kondisi bus cukup padat. Korban yang sedang berdiri awalnya tidak menyadari adanya tindakan pelecehan.
Dalam gelar perkara itu, hasil yang ditemukan dari kandungan yang disita saat peristiwa dilakukan persesuaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved