Senin 27 Juni 2022, 22:30 WIB

Kasus Pemukulan, Andy Cahyady Pertanyakan Status Kuasa Hukum dan Penjamin Wenhai Guan

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Kasus Pemukulan, Andy Cahyady Pertanyakan Status Kuasa Hukum dan Penjamin Wenhai Guan

Dok. Pribadi
Andy Cahyady, korban pemukulan WN SIngapura Wenhai Guan

 

KORBAN tindak pidana pemukulan, Andy Cahyady mempertanyakan keabsahan pengacara dan penjamin terpidana dalam kasus tersebut, yakni warga negara Singapura bernama Wenhai Guan.

Diketahui, Andy merupakan korban tindak pidana penganiayaan dalam perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan Nomor Perkara 1573/Pid.B/2020/PN.Jkt.Utr dengan terdakwa Wenhai Guan. Wenhai Guan kemudian dinyatakan bersalah telah melakukan penganiayaan dan dihukum pidana penjara selama 6 bulan.

Andy mempertanyakan kapasitas Marna Ina sebagai advokat dalam kasus tersebut kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dalam suratnya, ia mengadukan advokat bernama Marna Ina yang setelah ditelusuri tidak terdaftar dalam sejumlah organisasi advokat.

"Marna Ina disumpah di Pengadian Tinggi di daerah mana? Berada dalam naungan organisasi advokat apa?" kata Andy, melalui keterangannya, Senin (27/6).

Andy juga menyoroti Marna sebagai penasehat hukum Wenhai Guan tidak menjalankan fungsinya sebagai salah penegak hukum. Marna diduga turut terlibat hingga membuat Wenhai Guan tidak dapat dieksekusi, padahal putusannya telah berkekuatan hukum tetap.

Selain itu, ia menilai Feng Qui Ju sebagai istri dan penjamin berperan membuat Wenhai Guan terbang ke Singapura dengan dalih berobat untuk menghindari putusan pengadilan.

Baca juga : Korban Surati Lagi Jaksa Terkait Eksekusi WN Singapura Wenhai Guan:

Kejaksaan Negeri Jakarta Utara telah memanggil Feng Qui Ju dan Marna Ina pada Juli 2021 terkait pelaksanaan eksekusi terhadap Wenhai Guan. Feng Qui Ju dan Marna Ina akhirnya bersedia dan membuat surat pernyataan menjadi penjamin dan berjanji Wenhai Guan dapat kembali ke Indonesia pada akhir September 2021.

"Faktanya hingga surat ini saya buat, Wenhai Guan tidak juga kembali ke Indonesia, dan kejaksaan belum mampu mengeksekusi Wenhai Guan meskipun sudah ditetapkan dalam red notice," ujarnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat penganiayaan yang dilakukan WNA Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai Guan mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah.

Andy Cahyadi telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara. Andy Cahyadi melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai Guan. Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta Utara kemudian menjatuhkan hukuman enam bulan penjara kepada Wenhai Guan pada 23 april 2021. 

Namun, belum sempat menjalani hukuman, Wenhai kembali ke negara asalnya, Singapura. (OL-7)

Baca Juga

dok. Pribadi

Warga Gunung Sahari Selatan Kemayoran Resah Terancam Kehilangan Tempat Tinggal

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:48 WIB
“Ini sudah 4 hari kami tidak bisa tidur, karena benar-benar takut eksekusi dilakukan tiba-tiba,” ujar...
Antara/Hafidz Mubarak A

Disdik DKI Jakarta Jamin Keberagamaan Di Lingkungan Sekolah 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:36 WIB
Kepala Sudindik Wilayah I Jakarta Utara, Sri Rahayu Asih Subekti mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap kegiatan di...
Ist

Rajut Sinergitas, Forkopimkot Jakbar Gelar Turnamen Sepak Bola

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:28 WIB
Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya Forkopimkot Cup di tahun 2022...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya