Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGELOLA bangunan ikonik kota Jakarta, Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, tidak membatasi jumlah pengunjung selama periode uji coba pembukaan kembali untuk umum.
"Tidak dibatasi, hanya waktu saja yang dibatasi. Kita mulai buka gerbang jam 6 pagi, nanti ditutup jam 4 sore," kata Humas Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Monas, Nursamin saat ditemui di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, hari ini.
Nursamin menjelaskan, UPK Monas hanya membatasi waktu kunjungan, yakni pukul 06.00-16.00 WIB. Monas ditutup untuk umum setiap Senin untuk dilakukan perawatan.
Pengunjung dapat masuk melalui satu-satunya gerbang, yakni melalui Pintu Lenggang Jakarta dengan memastikan sudah melengkapi vaksinasi, melakukan skrining aplikasi PeduliLindungi dan mencuci tangan.
Jika ada pengunjung belum melengkapi vaksinasi, UPK Monas menyediakan gerai vaksinasi di Pintu Lenggang Jakarta.
Baca juga: Lima Hari Operasi Patuh Jaya, 12 Ribu Kendaraan Ditindak
Selain itu, pengunjung hanya diperbolehkan untuk berada di area kawasan Taman Medan Merdeka atau lingkar luar Monas. Sedangkan Tugu Monas masih ditutup.
Adapun alasan pembukaan kembali Monas karena tingginya animo masyarakat setelah bangunan bersejarah kebanggaan Ibu Kota tersebut harus ditutup selama dua tahun terakhir akibat pandemi COVID-19.
"Setelah dua tahun, tentunya karena animo masyarakat cukup besar dan kita juga kemarin masih menunggu instruksi dari pemprov," kata Nursamin.
Pada hari pertama dibuka Kamis (16/6), Monas dikunjungi lebih dari 3.000 pengunjung. Jumlah tersebut diperkirakan meningkat pada akhir pekan ini. (Ant/OL-4)
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved