Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta diingatkan untuk serius memelihara kondisi Tebet Eco Park serta fokus merevitalisasi taman-taman di wilayah lain.
"Kami hanya ingin memastikan bahwa taman ini benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. Serta kondisi sesuai dengan apa yang dinarasikan Pemprov DKI," kata anggota Komisi D DPRD DKI August Hamonangan saat menikmati jogging track bersama masyarakat di Tebet Eco Park, Selasa (26/4).
Ya, ruang hijau seluas tujuh hektare bernama Taman Tebet di Jakarta Selatan ini telah berganti nama menjadi Tebet Eco Park. Taman ini pun diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (24/4).
"Kami di Komisi D akan terus menelaah dan mendorong Pemprov DKI untuk melakukan revitalisasi dan menyiapkan tata ruang hijau lain bagi masyarakat," kata dia.
Baca juga: Dewan Minta Pemprov DKI Tegas Selesaikan Polemik Warga Rusun Tebet
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menekankan bahwa penataan Tebet Eco Park juga harus terpadu dengan daerah atau wilayah sekitarnya. Misalnya, penataan rusun yang ada di sebelah taman itu.
"Saya pikir Eco Park bukan hanya nampak bagus. Sementara bangunan di sebelahnya kurang diperhatikan dan menyebabkan estetika hijaunya hilang. Saya minta Dinas Perumahan dan Permukiman juga melakukan penataan pada Rusun Tebet Harum yang persis di sampingnya."
Penataan rusun itu, kata August, selain perlu memperhatikan kondisi bangunan juga terkait adanya persoalan pengelolaannya.
"Saya tahu dan warga Rusun Harum pernah mengadu ke saya ada sejumlah PR (tugas) yang harus dibereskan oleh Dinas Perumahan DKI terkait Rusun Harum. Saya minta segera selesaikan persoalan itu. Sudah jelas masalahnya. Dan pengurus PPPRS pun sudah habis masa kerjanya. Segera lakukan perubahan," ujar August.
Sebelumnya, kepengusuran Perhimpunan Penghuni, Pemilik Rumah Susun (PPPRS) Harum Tebet Barat I sudah habis masa tugasnya. Bahkan timbul masalah dengan perusahaan air daerah PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) terkait penyediaan air bersih karena tunggakan hingga Rp100 juta lebih.
Kecewa dengan sikap pengurus yang enggan menyelesaikan persoalan itu, sejumlah warga rusun terpaksa turun tangan dan berinisiatif menyelesaikan masalah tanpa melibatkan PPPRS maupun dinas terkait. Selain itu, warga rusun juga sudah membawa kasus itu ke ranah hukum atas sangkaan pasal penggelapan.
"Saya minta Dinas Perumahan untuk segera selesaikan PPPRS lama dan cabut SK, ganti dengan yang baru. Jangan sampai Tebet Eco Park sudah bagus tercemar oleh kondisi rusun yang bermasalah," tandasnya. (J-2)
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
Jumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta belum memenuhi kebutuhan warga.
Pemprov DKI akan menambah penyediaan maupun penataan taman-taman kecil di berbagai wilayah, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, hingga Jakarta Selatan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Pramono Anung menyiapkan 200 ekskavator untuk melakukan pengerukan di lima wilayah Jakarta cegah banjir. Sebab, BMKG memprediksi bahwa akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, besok
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sebanyak 200 ekskavator telah dikerahkan untuk pengerukan. Sebab, Jakarta diprediksi masih akan diguyur hujan lebat.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menepis tudingan pihaknya hanya mengulang skema lama dalam menangani persoalan banjir Jakarta.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung memberikan tanggapan resmi terkait kritik Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta yang menilai penanganan banjir Jakarta belum maksimal.
BANJIR Jakarta yang terjadi sejak beberapa hari terakhir masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hari ini, Jumat, (23/1) siang, banjir Jakarta justru dilaporkan meluas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved