Senin 21 Maret 2022, 16:02 WIB

Polisi Bantah Penetapan Tersangka Haris Azhar Bermuatan Politis

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Bantah Penetapan Tersangka Haris Azhar Bermuatan Politis

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan (kiri)

 

KEPALA Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan membantah penetapan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fathia Maulidiyanti sebagai tersangka pencemaran nama baik yang dilaporkan Luhut Binsar Panjaitan bermuatan politis.

Zulpan mengatakan polisi melihat fakta hukum dalam penetapan tersangka Haris dan Fathia. Ia mengatakan penyidik memiliki minimal dua alat bukti untuk menjerat keduanya sebagai tersangka.

"Saya rasa begini kalau penyidik ini bekerja berdasarkan fakta hukum. Kita tidak pernah melihat faktor lain terutama apa yang mereka sampaikan politis dan sebagainya," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/3).

Zulpan mengatakan polisi menetapkan Haris dan Fathia setelah kasus tersebut berjalan lima bulan. Ia mengatakan polisi tidak tergesa-gesa dalam menetapkan keduanya sebagai tersangka. Polisi melakukan restorative justice atau mediasi dalam penyelesaian kasus tersebut. Namun, dalam beberapa kali mediasi, tidak ada titik temu dari kedua belah pihak.

"Dari beberapa mediasi yang dilakukan ini tidak ditemukan sehingga pada Jumat lalu penyidik menetapkan mereka berdua sebagai tersangka," imbuhnya.

Direktur Lokataru Haris Azhar memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Baca juga:  Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik, Haris Azhar akan Laporkan Balik Luhut

Haris tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/3) pukul 10.45 WIB. Mengenakan kemeja kotak-kotak, Haris menghadiri pemeriksaan bersama kuasa hukumnya, Nurkholis.

Haris mengatakan ada upaya politis di balik penetapannya sebagai tersangka. Ia mengatakan penetapannya sebagai tersangka merupakan upaya pembungkaman.

"Ini politis ini upaya untuk membungkam, baik membungkan saya, membungkam masyarakat sipil, dan sekaligus ini menunjukkan bahwa ada diskriminasi penegakan hukum," kata Haris.

"Karena orang-orang yang dibungkam ini seperti saya dan Fathia adalah orang-orang yang juga sudah punya banyak laporan ke kantor polisi termasuk ke Polda Metro Jaya, tetapi tidak pernah ditanggapi," tambahnya

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan telah melaporkan Haris Azhar dan Fathia terkait pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

Luhut dan tim pengacara melaporkan Haris dan Fathia karena percakapan keduanya di kanal YouTube. Dalam kanal Youtube tersebut dijelaskan bahwa keduanya menyebut nama Luhut terkait dengan bisnis tambang di Intan Jaya, Papua. Luhut pun melayangkan beberapa kali somasi kepada Haris dan Fatia sebelum melaporkan ke Polda Metro Jaya.(OL-5)

Baca Juga

Antara

PPKM, Kapasitas Mal di Jakarta Turun jadi 75 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 10:34 WIB
Ketentuan terbaru itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 33 Tahun 2022 tentang PPKM yang berlaku mulai 5 Juli...
MI/Andri Widiyanto

Wagub Sebut Transformasi Teknologi ke Energi Listrik Cegah Polusi Udara

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Selasa 05 Juli 2022, 10:15 WIB
"Kita punya komitmen kemampuan yang kuat untuk transformasi teknologi ke energi listrik dengan adanya pengadaan bus listrik, bus...
ANTARA

Pemprov DKI Akan Evaluasi Kerja Sama Dengan ACT

👤Selamat Saragih 🕔Senin 04 Juli 2022, 22:36 WIB
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi kerja sama dengan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya