Rabu 16 Februari 2022, 23:15 WIB

Lingkungan Rumah Penyebab Utama Banyak Pelajar SMA di Depok Terinfeksi Korona

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Lingkungan Rumah Penyebab Utama Banyak Pelajar SMA di Depok Terinfeksi Korona

MI/Haryanto
Ilustrasi. PTM

 

RIBUAN pelajar SMA di Kota Depok dilaporkan terpapar covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) 100%, yang dimulai 24 Januari hingga 7 Februari 2022.

Sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Depok Usep Kasman, Rabu (16/2), mengatakan dalam periode tersebut pihaknya mencatat ada ribuan pelajar dari SMA negeri dan swasta yang terinfeksi virus korona. 

Menurut dia, tiap sekolah rata-rata melaporkan ada 90 kasus terkonfirmasi positif. Kepala SMA Negeri 1 Depok itu, membeberkan perkiraan jumlah itu belum termasuk pelajar dari 4 SMN dan ratusan SMK swasta.

Ia menyebut seluruh siswa SMA terkonfirmasi positif covid-19 bukan dari lingkungan sekolah. "Para murid yang terpapar berasal dari lingkungan rumahnya atau klaster family covid-19, " ujarnya.

Awal kasus tersebut diketahui berdasarkan laporan dari orangtua, di mana anaknya mulai mengeluhkan gejala sakit tidak seperi biasanya.

Para orangtua menindaklanjutinya dengan memberi informasi kepada pihak sekolah, kemudian diteruskan ke Kepala Perwakilan Dinas Pendidikan Wilayah 2 Provinsi Jawa Barat dan Satgas Covid-19 Kota Depok dan dokter.

Dengan temuan ini, sambung dia, PTM 100% yang digelar mulai 24 Januari dihentikan pada 7 Februari, lalu dialihkan dengan melaksanakan belajar dari rumah (BDR) secara daring untuk mencegah penularan semakin meluas.

Ia menambahkan, 77 SMA yang sempat ditutup selama sepekan sudah melanjutkan PTM dengan mengurangi kapasitas ruang kelas menjadi 50%. "Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat terhadap wilayah yang berstatus PPKM level 3."

Lebih jauh, imbuh Usep, perlu adanya sikap tegas dalam mengambil tindakan menangani ribuan siswa yang terkonfirmasi positif covid-19.

“Kami pihak sekolah berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi semua siswa. Bagi siswa yang terkonfirmasi positif disediakan tim khusus untuk mengawal kebutuhan mereka, yaitu dengan pendampingan dan penguatan psikologis, pemenuhan gizi, serta obat-obatan,” katanya.

Perhatian juga diberikan kepada siswa lainnya agar selalu menjaga kesehatan. “Harapan kami, anak-anak tetap tenang dan nyaman saat mengikuti kegiatan belajar,” tutup Usep (J-2)

Baca Juga

MI/Ramdani

Tak Lagi Berorientasi Kendaraan Pribadi, Pertumbuhan Jalan di Jakarta Hanya 0,01%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 29 September 2022, 13:31 WIB
Pemprov DKI fokus membangun transportasi massal dan pengembangan kota yang berorientasi transit atau transit oriented development...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kombes Murbani Terima Sanksi Demosi 1 Tahun Buntut Kasus Tewasnya Brigadir J

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Kamis 29 September 2022, 12:58 WIB
"Sanksi administratif, yaitu mutasi bersifat demosi selama 1 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma...
dok.ist

Bantu Warga Bogor UMKM Emak-emak for Sandi Jual Sembako Murah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 09:03 WIB
RATUSAN ibu - ibu di Kota Bogor mengantre bazar sembako murah yang digelar oleh UMKM Emak - Emak For Sandi Bogor di Lebak Pilar, Kelurahan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya