Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga dari Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mendatangi Kantor Sentul City di TMO Tower untuk menyampaikan keluhannya.
Warga tersebut merasa terusik lantaran namanya dicatut oleh orang luar desa terkait sengketa tanah antara warga luar desa yang mengeklaim sebagai pemilik tanah dengan PT Sentul City Tbk (Sentul City), pemegang sah sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dari BPN Kabupaten Bogor.
"Untuk lahan warga asli Bojong Koneng tidak ada masalah dan tidak ada yang di gusur karena sejak awal belum ada permasalahan. Kalaupun ada masalah yang ramai itu bukan warga asli," kata Lukman, 30, salah satu warga asli Bojong Koneng seusai bertemu Solihin, perwakilan Sentul City, akhir pekan lalu.
Lukman meminta agar warga jangan diseret dalam kasus sengketa tanah dengan Sentul City. Ia juga menekankan bahwa warga asli Bojong Koneng tidak mau di jadikan bemper atas nama para penggarap berdasi. Karena selain nama warga asli dicatut, nama baik Desa Bojong Koneng ikut tercoreng karena dianggap selalu berkonflik.
“Jangan usik kami, kami ingin tenang. Kami tidak mau di dibawa kepermasalahan orang lain,” ujarnya.
Lukman mengharapkan semua pihak dapat menjaga iklim yang kondusif di Desa Bojong Koneng. Dia juga meminta orang-orang luar wilayah yang menguasai tanah garapan jangan lagi bikin kegaduhan.
“Selesaikan melalui jalur hukum. Jangan bawa-bawa warga asli lagi sebagai tameng. Jangan bawa massa dari luar dan jangan bawa ke ranah politik,” kata dia.
Senada dikatakan Haji Badru, 60, warga RT 01/RW 03, Kampung Sudi, Desa Bojong Koneng. Petani sayuran yang sudah 20 tahun memanfaatkan tanah dengan status pinjam dari Sentul City itu mengaku tidak pernah punya masalah dengan pemilik lahan.
"Saya menggarap, meminjam lahan dari Sentul City siap mengikuti aturan di sana. Kalaupun lahan yang saya garap diambil, saya diberikan kembali lahan oleh Sentul untuk bertani, walaupun pindah lokasi. Saya telah diuntungkan dengan peminjaman lahan ini. Banyak warga disini yang menggarap lahan milik Sentul City dan kami bersyukur masih bisa memanfaatkan lahan untuk bertani di sini,” ungkapnya.
Badru mengatakan, kalaupun Sentul City akan mengambil lahan yang digarap, warga pasti akan menyerahkan lahan itu. “Yang ribut ribut itu kan orang luar Bojong Koneng. Orang sini tidak ada masalah. Jangan tarik tarik warga asli ke masalah mereka dong,” ujarnya.
Adapun, Hasan, 45, warga Kampung Gunung Batu, Desa Bojong Koneng, mengaku mendapat pinjaman lahan dari Sentul seluas 200 meter persegi yang dimanfaatkan untuk usaha warung kecil-kecilan.
Hasan bersama warga lainnya mengaku sangat terbantu atas pinjam pakai lahan dari Sentul City sehingga bisa membuka usaha walaupun dan hanya mampu untuk menopang kehidupan sehari-hari. Ketika warga dipinjamkan lahan, jelas Hasan, di situ ada perjanjian kerja sama dengan pihak Sentul City.
"Ada perjanjiannya setiap satu tahun sekali untuk peminjaman ini. Kami hanya menggunakan lahan saja. Apabila nanti pihak Sentul akan mengambil lahan ini, ya silakan saja." (J-2)
Keberadaan terowongan ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang sering terjebak kemacetan di jalur penghubung Citayam dan Bojonggede
Simpang siur informasi terkait adanya korban jiwa dalam insiden bencana di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, akhirnya terjawab.
Operasi pencarian penambang yang diduga terperangkap di bekas area galian tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung dalam kondisi berisiko tinggi.
Punden berundak tersebut merupakan hasil kegiatan delineasi dan inventarisasi potensi cagar budaya yang dilaksanakan selama dua pekan
"Tanah longsor di Kabupaten Bogor terjadi di Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, menyebabkan empat rumah mengalami kerusakan. Ada dua kepala keluarga atau 8 jiwa mengungsi,"
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyatakan, pola hujan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir memang semakin sering terjadi di wilayah Jabodetabek.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved