Kamis 27 Januari 2022, 15:28 WIB

Edy Mulyadi Bersedia Penuhi Panggilan Polisi

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
Edy Mulyadi Bersedia Penuhi Panggilan Polisi

Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan

 

PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan terhadap pengarang, Edy Mulyadi. Mantan calon legislatif (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu bersedia memenuhi panggilan besok Jumat (28/1).

"Yang bersangkutan menyatakan bersedia diperiksa besok hari Jumat, 28 Januari 2022 pukul 10.00 WIB," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, hari ini.

Sementara itu, Ramadhan menyebut penyidik memeriksa 18 saksi tambahan hari ini. Rinciannya, 10 orang diperiksa di Kalimantan Timur (Kaltim), dua saksi di Jawa Tengah (Jateng), tiga orang saksi di Jakarta, dan tiga saksi ahli.

Sehingga, kata Ramadhan, total 38 saksi diperiksa hingga Kamis, 27 Januari 2022. Terdiri dari 30 saksi dan delapan saksi ahli. "Saksi ahli meliputi, ahli ITE, ahli sosiologi, ahli pidana, dan ahli bahasa," ungkap jenderal bintang satu itu.

Baca juga: Mahfud MD: Pemerintah Lindungi Pembela dan Aktivis HAM

Polisi menerima tiga laporan polisi, 16 pengaduan, dan 18 pernyataan sikap terkait dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi. Salah satu pelaporan yang masuk di Bareskrim Polri dilayangkan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI). Laporan teregistrasi dengan nomor: LP/B/0031/I/2022/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 24 Januari 2022.

Edy dipersangkakan Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP yang mengatur terkait Penyebaran Berita Bohong. Kemudian, Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur terkait penghinaan dan ujaran kebencian, Pasal 156 KUHP tentang Tindak Pidana kebencian atau Permusuhan Individu dan atau Antargolongan.

Edy terseret hukum usai menyebut Kalimantan tempat jin buang anak. Pernyataan itu muncul di unggahan berjudul Bau Busuk Oligarki dan Ancaman Atas Kedaulatan di Balik Pindah Ibu Kota. Konten ini terbit di YouTube pada 18 Januari 2022.

Sosok Edy Mulyadi tiba-tiba viral dan jadi perbincangan hangat warganet di media sosial. Edy Mulyadi disorot usai melontarkan pernyataan yang dianggap kontra terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo dan warga Kalimantan.

Bahkan, terkait hal ini Edy Mulyadi telah dilaporkan ke polisi karena dianggap sudah menghina Prabowo dengan sebutan 'macan jadi mengeong'. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

Evaluasi HBKB, Koalisi Pejalan Kaki Soroti Rendahnya Pemindaian Peduli Lindungi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 22:26 WIB
"Nah di rapat evaluasi kemarin juga jadi sorotan terkait dengan masih sedikitnya publik yang melakukan pemindaian QR code," kata...
Antara/Dhemas Reviyanto

Koalisi Pejalan Kaki Minta Satgas Penanganan Covid-19 Bikin Panduan HBKB

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:00 WIB
Panduan teknis itu berisikan berbagai ketentuan dan syarat pelaksanaan HBKB, termasuk apabila nantinya ada pihak-pihak yang ingin menggelar...
Dok MI

Pakar: Penertiban Penunggak Tagihan Air Tirta Pakuan Sesuai Regulasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:27 WIB
Suparji Ahmad menyebut bahwa langkah Perumda sudah sesuai dengan regulasi dari Perda Nomor 5 Tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya