Minggu 23 Januari 2022, 18:15 WIB

Dua Pasien Omikron Meninggal Dunia, Dinkes DKI Ingatkan Warga tidak Remehkan Covid-19 

Selamat Saragih | Megapolitan
Dua Pasien Omikron Meninggal Dunia, Dinkes DKI Ingatkan Warga tidak Remehkan Covid-19 

Antara/Muhamamd Adimaja
Vaksinasi Booster sebagai salah satu upaya menangkal penyebaran varian Omikron di Jakarta

 

KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengingatkan kembali tentang Covid-19 varian Omikron tidak bisa dianggap enteng. Hal itu diungkapkan berkaitan dengan adanya dua pasien Omikron meninggal dunia di rumah sakit pada Sabtu (22/1). 

"Adanya kasus meninggal akibat Covid-9 dengan varian Omikron menunjukkan bahwa kita tidak boleh menganggap enteng Omikron, apalagi pada kelompok rentan," kata Dwi saat dihubungi, di Jakarta, Minggu (23/1). 

Disebutkan pula dengan adanya dua kasus kematian pasien Omikron di RI, itu pertanda bahaya bagi orang berpenyakit komorbid. Menurut Dwi, pencegahan penularan Covid-19 Omikron sama dengan pencegahan varian lainnya yakni melalui vaksinasi. 

Kementerian Kesehatan juga menyatakan hal yang sama bahwa ada dua pasien Omikron meninggal dunia akibat punya penyakit bawaan (Comorbid). 

Kemudian, pencegahan juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes), segera memeriksakan diri apabila memiliki gejala mirip Covid-19, dan terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. 

"Langkah Dinkes dengan 3T (testing, tracing, treatment), termasuk masif tracing dan tes untuk kontak erat kasus Covid," ujarnya. 

Baca juga : Covid-19 Omikron di Jakarta Terus Bertambah, Puncak Kasus DIprediksi Maret 

Sebelumnya diberitakan, dua pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omikron meninggal dunia. Ini adalah pertama kalinya pasien dengan kasus Omikron meninggal dunia di Indonesia. 

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, kedua pasien yang meninggal memiliki komorbid atau penyakit penyerta. 

“Satu kasus merupakan transmisi lokal meninggal di Rumah Sakit (RS) Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri, meninggal di RSPI Sulianto Saroso,” kata Nadia dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (22/1). 

Nadia mengatakan, terdapat kenaikan kasus penyebaran Covid-19 yang signifikan pada Sabtu jumlahnya mencapai 3.205 kasus. 

Maka total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.283.453 kasus. Hal itu merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omikron. 

“Di mana sejak 16 Desember 2021 hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omikron ditemukan di Indonesia,” katanya sambil menambahkan, kedua pasien Omikron itu meninggal dunia, akibat belum divaksin dan memiliki multi komorbid. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Polikus Gerindra Sebut Kasetpres Sosok Tepat Jadi Pj Gubernur DKI

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 17 Mei 2022, 09:41 WIB
Mohamad Taufik menilai sosok Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), Heru Budi Hartono merupakan figur yang tepat menjabat sebagai...
dok.Ant

Terus Menurun, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 1,3%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 17 Mei 2022, 08:55 WIB
DARI data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini turun sejumlah 1 kasus, sehingga jumlah kasus aktif...
MI/Atet Dwi

BMKG: Jakarta Diperkirakan Tanpa Hujan Hari Ini

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 17 Mei 2022, 08:24 WIB
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, mayoritas wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu hari ini akan cerah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya