Selasa 04 Januari 2022, 08:40 WIB

Sempat Level Satu, Status PPKM di DKI Jakarta Naik Jadi Level Dua

Basuki Eka Purnama | Megapolitan
Sempat Level Satu, Status PPKM di DKI Jakarta Naik Jadi Level Dua

ANTARA/Reno Esnir
ejumlah kendaraan bermotor melintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Status PPKM di Ibu Kota naik lagi menjadi Level 2.

 

PEMERINTAH Pusat menaikkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta dari level satu menjadi level dua mulaihari ini, Selasa (4/1) hingga 17 Januari 2022 mendatang.

Pembaharuan level PPKM di Ibu Kota itu tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 1 tahun 2022 dipantau di Jakarta, Selasa. (4/1)

Dalam Inmendagri itu dijelaskan penetapan level berpedoman kepada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan covid-19.

Baca juga: Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 100 Ribu Saat PPKM

Selain itu, capaian total vaksiansi dosis pertama dan vaksinasi dosis pertama lanjut usia di atas 60% dari target vaksinasi.

Sebelumnya, PPKM di Jakarta adalah level satu sesuai Inmendagri Nomor 67 tahun 2021 yang berlaku 14 Desember 2021 hingga 3 Januari 2022.

Dengan status level baru di Jakarta itu, pemerintah pusat mengatur kegiatan masyarakat di antaranya pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh.

Hal itu berdasarkan keputusan bersama empat menteri yakni Mendikbud Ristek, Menteri Agama, Menkes dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi covid-19.

Kemudian, kegiatan di sektor nonesensial maksimal 50% bagi pegawai sudah vaksin untuk kerja di kantor (Work from office/WFO).

Sektor esensial beroperasi dengan kapasitas 50-75% dan sektor kritikal maksimal 100% dari kapasitas.

Untuk supermarket, hipermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan beroperasi hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 75% pengunjung.

Restoran dan kafe, baik yang ada di lokasi terbuka atau di dalam mal, buka hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 50%.

Untuk restoran dan kafe dengan jam operasional malam hari dimulai dari pukul 18.00 hingga 00.00 WIB dengan kapasitas 50%.

Kegiatan di mal, pusat perbelanjaan, dan pusat perdagangan buka dengan kapasitas 50% dengan jam operasional hingga pukul 21.00 WIB.

Bioskop diizinkan buka dengan kapasitas 70%, tempat ibadah dibuka dengan kapasitas 75%.

Kemudian fasilitas umum yakni area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik buka dengan kapasitas 25%.

Kegiatan seni dan budaya, olahraga, sosial kemasyarakatan beroperasi dengan kapasitas 50%, kemudian pusat kebugaran/gym buka kapasitas 50%.

Selanjutnya, transportasi umum termasuk taksi daring dan kendaraan sewa diizinkan beroperasi 100% dan pelaksanaan resepsi pernikahan diadakan dengan kapasitas maksimal 50%.

Seluruh kegiatan masyarakat tersebut menggunakan protokol kesehatan lebih ketat dan melalui aplikasi PeduliLindungi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Gelar Acara Bersepeda Sehat di Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 05:23 WIB
Gelaran kegitaan sepeda sehat  dengan tema “Menikmati kehidupan rendah karbon di Jakarta, bergandengan tangan membangun...
MI/Ramdani

Komisaris Ancol Berencana Bangun Jembatan Gantung dari JIS ke Sirkuit Formula E

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 24 Mei 2022, 22:04 WIB
Dengan dibuatnya jembatan penghubung itu, maka pengunjung JIS bisa memarkirkan kendaraannya di TIJA memiliki banyak kantong...
Antara

DKI Kaji Opsi PKL Kembali Berjualan di Car Free Day

👤Selamat Saragih 🕔Selasa 24 Mei 2022, 20:15 WIB
Jika kebijakan itu direalisasikan, Pemprov DKI tetap meminta warga untuk disiplin memakai masker dan menjaga jarak selama di kawasan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya