Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS dugaan pemukulan sopir taksi online Grab bernama Godelfridus Janter terhadap penumpangnya, Novia Tambrani, diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak ingin menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.
Kepala Seksi Humas Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Mochamad Taufik Iksan mengaku mendapatkan informasi tersebut pada Sabtu (1/1). "Saya mendapatkan infonya kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekluargaaan begitu," kata Iksan ketika dihubungi, Minggu (2/1).
Meski telah sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan, Iksan mengaku belum dapat memastikan realisasi Surat Penetapan Penghentian Penyidikan (SP3) untuk kasus sopir Grab tersebut dikeluarkan. "Belum ada kabar," ujar Taufik.
Terpisah, pengacara Godelfridus, Siprianus Edi Hardum, mengatakan kedua belah pihak telah mengakui kesalahan dan saling meminta maaf. "Intinya keduanya mengakui sama-sama salah. Oleh karena itu, saling memaafkan dan meminta maaf," ujar Siprianus.
Siprianus mengatakan Novia telah mencabut laporannya di Polsek Tambora pada 31 Desember 2021. Kliennya juga mencabut laporan baliknya terhadap Novia perihal dugaan pengeroyokan di Polres Jakarta Barat.
Siprianus mengatakan Novia mengaku tidak ada tindak pelecehan seksual oleh Godelfridus, seperti yang ia tulis di akun Instagram-nya. Selain itu, Siprianus mengatakan Novia juga mengakui ikut memukul kliennya saat perkelahian terjadi.
Ia mengatakan status kliennya yang saat ini berstatus sebagai tersangka akan dicabut seiring dengan penyelesaian kasus tersebut secara kekeluargaan dan pencabutan laporan. Siprianus mengatakan polisi tengah memproses SP3. "SP3 mungkin keluar Rabu ini ya. Surat penangguhan penahanan (Godelfridus) sudah ada," tutur Siprianus.
Sebelumnya, seorang perempuan berinisial NT diduga mendapat pelecehan seksual dan penganiayaan oleh seorang sopir ojek online (ojol) pada Kamis dini hari 23 Desember 2021. Insiden itu terjadi karena korban muntah dalam perjalanan. Lewat Instagram pribadinya, NT menceritakan kronologi insiden tidak itu. NT yang merasa tidak enak karena muntah di dalam mobil memberi uang Rp100 ribu kepada sopir. Bukannya diterima, sopir malah meminta ganti rugi Rp300 ribu.
Baca juga: Mulai Besok, Sekolah di DKI Jakarta Gelar Tatap Muka 100%
NT menyebut sang sopir malah melakukan pelecehan seksual kepada NT dan saudara perempuannya. NT yang merasa risih kemudian menepis tangan pelaku. Pelaku geram dan memukul NT. Keributan terjadi hingga akhirnya pelaku dilaporkan ke Polsek Tambora. (OL-14)
SEORANG pengemudi taksi online di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, tewas usai dibacok berkali-kali menggunakan parang oleh penumpangnya sendiri.
Bluebird melakukan berbagai inisiatif melalui tiga pilar utama, yaitu BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.
Syafrin mengatakan, insiden itu berawal ketika petugas Dishub tengah melakukan pengawasan parkir liar di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/1) sekitar pukul 13.30 WIB.
PENGEMUDI taksi daring se-Jabodetabek yang tergabung dalam komunitas Revolusi Driver Online (RDO) di Jakarta, menuntut kenaikan tarif.
Korban pertama kali ditemukan oleh petugas sekuriti SPBG di Mampang, pada Sabtu (18/11) pukul 04.30 WIB.
Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) menjatuhkan vonis seumur hidup terdakwa kasus pembunuhan seorang sopir taksi daring.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Video viral pria gendong diduga mayat di Tambora ternyata biawak 1,7 meter. Simak penjelasan Polsek Tambora dan alasan pria tersebut jalan kaki.
Petugas pemadam kebakaran menunjukkan respons yang cukup impresif dengan tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, yakni pukul 21.31 WIB.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
KEPALA Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum buka suara soal banjir yang mengepung area Flyover Pesing di Jakarta Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved