Minggu 21 November 2021, 21:30 WIB

Kejari Jakut Tetapkan Wenhai Guan Sebagai DPO

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Kejari Jakut Tetapkan Wenhai Guan Sebagai DPO

Dok. Pribadi
Terpidana kasu penganiayaan Andy Cahyadym, Wenhai Guan

 

KEJAKSAAN Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) menetapkan terpidana kasus penganiayaan Andy Cahyady, Wenhai Guan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Hal itu dilakukan sebagai upaya eksekusi warga negara asing (WNA) yang kabur ke Singapura itu. "DPO sudah, lagi kita proses ini. Kalau sudah red notice kan otomatis sudah dicari. Cuma keberadaan belum kita pastikan, baru dari pihak penjamin," kata Kepala Kejari Jakut Made Sudarmawan, melalui keterangannya, Minggu (21/11).

Made mengatakan pihaknya juga telah mengajukan penerbitan red notice untuk Wenhai Guan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pada 25 Oktober 2021. "Upaya yang kita lakukan selain melakukan penggalangan ke penjamin, minggu lalu kita sudah meminta agar dicantumkan di red notice. Jadi, permintaan itu sudah sudah kita kirim melalui Kejaksaan Tinggi," ungkap Made.

Sebelumnya, Andy Cahyady mendatangi Kejari Jakarta Utara bersama kuasa hukumnya, Muhammad Muchsin untuk mempertanyakan perkembangan proses eksekusi terpidana Wenhai Guan. "Kami berharap ada update penanganan eksekusi Wenhai Guan sejauh mana, apakah ada langkah-langkah yang efektif yang tegas untuk Wenhai Guan dan juga para penjaminnnya," kata Muchsin.

Andy mendesak Kejari Jakut menjemput paksa terpidana Wenhai Guan. Warga Singapura itu belum dieksekusi sejak Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor 84/PID/2021 PT DK tanggal 23 April 2021 berkekuatan hukum tetap. "Saya mohon agar pihak Kejari Jakut menetapkan Wenhai Guan masuk dalam DPO dan melakukan jemput paksa kepada Wenhai Guan untuk segera dilakukan eksekusi," kata Andy.

Wenhai Guan divonis enam bulan penjara atas penganiayaan yang dilakukan terhadap Andy Cahyady. Namun belum sempat menjalani hukuman, warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura. Wenhai Guan berhasil mendapatkan hak tahanan kota atas dua orang penjaminnya, Feng Qiu Ju dan Marna Ima. Kejaksaan diminta menindak tegas Wenhai dan kedua penjamin yang tidak kooperatif.

"Saya mohan agar pihak kejaksaan serius melakukan langkah-langkah efektif dan tegas terhadap Wenhai Guan dan penjaminnnya Feng Qiu Ju dan Marna Ima," ujar Andy.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat penganiayaan yang dilakukan WNA Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah. Andy telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara. Andy melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai. Wenhai kemudian diputus enam bulan penjara. Namun belum sempat menjalani hukuman, warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura.

Selang beberapa bulan, Wenhai kembali ke Tanah Air dan melaporkan Andy dalam perkara yang sama. Andy kemudian diproses hingga dituntut satu tahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Andy akan menjalani sidang putusan pada Selasa, 23 November 2021. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Andreas Fitri

Wilayah Taman Sari Hasilkan Sampah 116 Ton Setiap Hari

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:04 WIB
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat mengangkut 116 ton sampah setiap hari di wilayah Taman...
MI/ Fahrullah

Transjakarta Sediakan Layanan Untuk Penikmat Java Jazz Festival 2022

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 27 Mei 2022, 08:50 WIB
MEMERIAHKAN perhelatan musik Java Jazz Festival 2022, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan akses Transportasi menuju lokasi...
MI/Andri Widiyanto

Daya Tampung Sekolah di PPDB Kerap Diabaikan, Ini Imbauan Ombudsman Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:06 WIB
Faktanya, lanjut Dedy, ketentuan daya tampung ini seperti diabaikan oleh beberapa SMA dan SMK milik pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya