Kamis 14 Oktober 2021, 22:18 WIB

Bareskrim Grebek 7 Lokasi Markas Pinjol Ilegal di Jakarta, 7 Orang Diringkus 

Hilda Julaika | Megapolitan
Bareskrim Grebek 7 Lokasi Markas Pinjol Ilegal di Jakarta, 7 Orang Diringkus 

Antara/Muhamamd Iqbal
Polisi melakukan penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal

 

BADAN Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek tujuh lokasi yang diduga merupakan tempat operasional sindikat pinjaman online (Pinjol) Ilegal di Jakarta dalam dua hari terakhir. 

Operasi penggerebekan dan penangkapan tersebut dilakukan penyidik sejak Selasa (14/10) di sejumlah apartemen ataupun kantor yang dijadikan untuk perusahaan pinjol tersebut beroperasi. 

"Iya benar, Bareskrim Polri melakukan penggerebekan dan penangkapan sindikasi Pinjol di 7 wilayah di Jakarta," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Helmy Santika saat dikonfirmasi, Kamis (14/10). 

Lebih lanjut dijelaskan, tujuh lokasi yang digrebek berada di dua lokasi di Cengkareng, Jakarta Barat; lalu di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara; Penjaringan, Jakarta Utara; lalu di sebuah Apartemen Taman Anggrek, kemudian di Laguna Pluit, dan terakhir Green Bay Pluit, Jakarta Utara. 

Menurut Helmy dalam penggrebekan tersebut, terdapat tujuh tersangka yang turut ditangkap oleh penyidik. Namun, pihaknya belum bisa merincikan lebih lanjut mengenai informasi detail dari masing-masing tersangka. 

Saat ini, penyidik sedang melakukan pendalaman terhadap sindikasi pinjol ilegal yang beroperasi di Jakarta tersebut. Adapun tujuh tersangka yang diringkus bertugas sebagai desk collection dan operator sms blasting. 

Baca juga : Ditangkap, Pencuri Bermodus Bawa Korban dalam Angkutan Umum

Dimana, desk collection dapat pinjol biasanya bertugas untuk menagih utang para korban. Sementara, sms blasting merupakan salah satu modus yang dilakukan oleh pinjol ilegal sebagai sarana promosi ataupun untuk menagih utang. 

"Saat ini orang-orangnya dalam pengembangan dan pendalaman untuk ke jaringan lain atau sindikasi lain," jelasnya. 

Kemudian, dari tujuh lokasi pinjol itu, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, modem, CPU, layar monitor, ratusan simcard, laptop dan peralatan elektronik lainnya. Alat-alat itu merupakan penunjang operasional perusahaan pinjol ilegal. 

Adapun penggerebekan pinjol dilakukan berdasarkan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia memerintahkan jajarannya untuk menindak tegas pinjol-pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat. 

"Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi preemtif, preventif maupun represif," kata Sigit saat memberikan pengarahan kepada Polda jajaran melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/10). (OL-7)

Baca Juga

Antara/Reno Esnir.

Proses Hukum Anggota TNI Bantu Rachel Vennya masih Berjalan

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:16 WIB
Herwin mengatakan sejauh ini diketahui hanya dua anggota TNI itu yang membantu Rachel kabur dari...
Medcom.id/Mohamad Rizal.

Dua Pria Curi Truk Ekspedisi di Tanah Abang

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 17:58 WIB
Saat situasi sudah sepi pada dini hari dan tidak ada petugas keamanan yang berjaga, para pelaku langsung melancarkan aksi kriminal...
DOK MI.

Pelaku Eksibisionis di Dukuh Atas Dijerat Pasal Berlapis

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 16:44 WIB
Pelaku dijerat Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukumannya di atas 5 tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya