Jumat 24 September 2021, 17:08 WIB

BPBD DKI Optimistis Tahun ini Banjir Jakarta tak Separah Tahun Lalu

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
BPBD DKI Optimistis Tahun ini Banjir Jakarta tak Separah Tahun Lalu

Antara
Ilustrasi

 

PLT Kasatlak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Sabdo Kurnianto optimistis genangan maupun banjir di Jakarta tahun ini tidak akan separah tahun lalu. Sabdo menyebut berbagai upaya sudah dilakukan oleh lintas SKPD untuk menghalau banjir seperti pengerukan sungai, waduk, danau, dan situ serta saluran.

"Insya Allah dengan adanya mitigas daerah rawan banjir, pengerukan kali dan waduk itu adalah bagian mitigasi, sehingga adanya air tergenang akan berkurang," ujar Sabdo di Balai Kota, Kamis (23/9).

"Yang jelas kita menghadapi musim hujan sudah rutin. Artinya kita punya pengalaman. Kalau 2020 seperti itu, 2021 kan lebih baik. Mudah-mudahan ini lebih baik. Tapi kita lihat dengan perubahan iklim saat ini yang memang menurut BMKG itu di Januari dan Februari itu puncak musim hujan. Teman-teman SPKD arahan pimpinan betul-betul kita bekerja, kolaborasi melakukan mitigasi struktural, dan nonstruktural," lanjutnya.

Menurut dia, Jakarta akan dilanda banjir parah seperti tahun lalu hanya bila diguyur hujan dengan intensitas ekstrem di atas 100 mm atau bahkan 150 mm. Tahun lalu misalnya, Jakarta bahkan diguyur hujan dengan curah hujan di atas 300 mm per hari.

Baca juga : Sejumlah Fasilitas di RPTRA Jakpus Rusak

"Kecuali hujan ekstrem ya karena kita punya drainase itu hanya 100 mm hujan," ungkapnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan agar genangan di Jakarta bisa surut maksimal dalam waktu enam jam. Sabdo mengungkapkan hal ini disampaikan Anies dalam rapat pimpinan yang berlangsung pada Kamis (23/9) lalu.

Sabdo mengatakan, Anies meminta agar segenap SKPD melakukan kolaborasi bersama sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk mengantisipasi musim hujan kali ini.

"Mudah-mudahan ini kerja kolaborasi antar SPKD arahan pimpinan, terutama melakukan mitigasi, pengerukan waduk-waduk, kemudian kali, sungai," kata Sabdo. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Reno Esnir.

Proses Hukum Anggota TNI Bantu Rachel Vennya masih Berjalan

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:16 WIB
Herwin mengatakan sejauh ini diketahui hanya dua anggota TNI itu yang membantu Rachel kabur dari...
Medcom.id/Mohamad Rizal.

Dua Pria Curi Truk Ekspedisi di Tanah Abang

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 17:58 WIB
Saat situasi sudah sepi pada dini hari dan tidak ada petugas keamanan yang berjaga, para pelaku langsung melancarkan aksi kriminal...
DOK MI.

Pelaku Eksibisionis di Dukuh Atas Dijerat Pasal Berlapis

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 16:44 WIB
Pelaku dijerat Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukumannya di atas 5 tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya