Senin 13 September 2021, 07:28 WIB

Ada Perdagangan Daging Anjing di Pasar, IKAPPI Tuding Pasar Jaya Lalai

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ada Perdagangan Daging Anjing di Pasar, IKAPPI Tuding Pasar Jaya Lalai

ANTARA/Didik Suhartono
Warga membubuhkan tanda tangan pada selembar spanduk saat kampanye Indonesia Bebas Daging Anjing di Taman Apsari, Surabaya, Jawa Timur.

 

TEMUAN adanya perdagangan daging anjing di Blok 3 Pasar Senen, Jakarta Pusat adalah bukti lemahnya pengawasan di internal pihak Perumda Pasar Jaya, dalam hal ini pengelola Pasar Senen.

Temuan yang baru itu terungkap nyatanya sudah berjalan hampir beberapa tahun. Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) pun menyayangkan hal ini.

"Jangan salahkan oknum pedagang yang nakal. Jika pengawasan dilakukan secara benar, kami yakin para pedagang akan tertib dan sangat berhati-hati dalam hal ini. Sampai saat ini, IKAPPI Jakarta terus melakukan investigasi atas kasus ini dan akan terus memberikan edukasi agar pedagang tidak menjual daging anjing," kata Ketua DPW IKAPPI DKI Jakarta Miftahudin dalam keterangan resmi, Minggu (12/9) malam.

Baca juga: Perumda Pasar Jaya Tertibkan Pedagang Daging Anjing di Pasar Senen

IKAPPI bersepakat perlu adanya tindakan tegas untuk pedagang yang nakal dalam hal ini yang masih menjual daging anjing di sekitaran Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Namun, satu hal yang paling mendasar dan jangan luput dari perhatian publik serta kalangan pemerintah daerah adalah lemahnya pengawasan di internal jajaran Perumda Pasar Jaya.

"Pentingnya pengelolaan SDM yang cakap, berintegritas tinggi, peduli terhadap pasar rakyat, serta tidak melulu memikirkan output untuk peningkatan sumbangsih PAD dari pasar rakyat . Kejadian ini harus menjadi evaluasi bersama baik di Perumda Pasar Jaya, Pemprov, dan pembinaan terhadap pedagang. Ini bukti bahwa proses pengawasan tidak jalan. Pengelola hanya memikirkan pemasukan," ujarnya.

Aturannya sudah jelas termaktub. Di UU Pangan, UU Perlindungan Konsumen, serta Surat Edaran Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan yang menjelaskan bahwa anjing tidak termasuk dalam kategori definisi pangan.

"Belum lagi dengan potensi terbebas dari penyakit rabies pada hewan," pungkasnya. (OL-1))

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Wagub Harap Ganjil-Genap di Tempat Wisata Efektif Kurangi Kerumunan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 19 September 2021, 17:59 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengatakan, kebijakan itu diinstruksikan oleh Kementerian...
MI/Yakub.

Wagub DKI Prihatin Tugu Sepatu Disasar Vandalisme

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 19 September 2021, 15:40 WIB
Ia pun meminta masyarakat, khususnya kaum muda, yang memiliki minat terhadap karya mural maupun grafiti bisa bijak dalam membuat...
Ilustrasi

Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ringkus Pencuri Motor di Tambora

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 19 September 2021, 13:30 WIB
Seorang remaja berinisial AP alias Agung (22), warga Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat mencuri motor milik temannya sendiri saat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya