Minggu 12 September 2021, 17:00 WIB

Perumda Pasar Jaya Tertibkan Pedagang Daging Anjing di Pasar Senen

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Perumda Pasar Jaya Tertibkan Pedagang Daging Anjing di Pasar Senen

DOK MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi

 

PERUMDA Pasar Jaya membenarkan adanya pedagang daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pedagang itu menempati kios yang ada di Blok III Pasar Senen.

"Sehubungan dengan adanya pemberitaan terkait penjualan daging anjing yang ada di Pasar Jaya, bersama ini kami dapat memberikan klarifikasi bahwa benar adanya pedagang dari Perumda Pasar Jaya yang melakukan penjualan daging anjing tersebut di Pasar Senen Blok III," kata Manajer Umum dan Humas Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza dalam keterangan video, Minggu (12/9).

Baca juga: 639 Kendaraan Ditilang Saat Crowd Free Night di Jakarta

Perumda Pasar Jaya, lanjut Gatra, telah memberi sanksi administrasi kepada pedagang daging anjing tersebut. Nantinya, jika pedagang itu menjual daging anjing kembali, Perumda Pasar Jaya tidak segan-segan akan menutup lapakny secara permanen.

Gatra menegaskan penjualan daging anjing tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan Perumda Pasar Jaya di pasar-pasar tradisional. Perumda Pasar Jaya sejak awal melarang penjualan daging anjing sebagai komoditi pangan.

Kejadian ini, menurut pihaknya, akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sisi operasional pasar agar kejadian serupa tak terulang.

"Dan hal ini jelas tidak sesuai dengan koridor-koridor peraturan yang ada di dalam Perumda Pasar Jaya, yang mana daging anjing tersebut tidak dalam komoditi yang boleh diperjualbelikan di dalam pasar milik Perumda Pasar Jaya. Dan ke depannya ini akan jadi pelajaran bagi kami, evaluasi dalam sisi operasional pasar sehingga ke depannya kejadian-kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, sebuah video yang menampilkan praktik penjualan daging anjing di Pasar Senen, Jakarta Pusat, viral di media sosial (medsos). Komunitas penyayang bintang, Animal Defenders Indonesia pun memprotes hal ini. Sebab, pasokan daging anjing berasal dari daerah lain yang tidak diketahui jaminan kesehatan dari virus Rabies. Di sisi lain, anjing adalah hewan peliharaan. Banyak terjadi pencurian anjing hewan peliharaan untuk diperdagangkan dagingnya. (OL-6)
 

Baca Juga

MI/ Ramdani

23 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Digunakan di Gerai 17 Mall Kota Bekas

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 18 September 2021, 23:51 WIB
Ia mengungkapkan, Pemkot Bekasi memberikan fasilitas vaksin di berbagai tempat demi mempercepat...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Ganjil-genap di Puncak-Cianjur Diusulkan Diterapkan Permanen

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 18 September 2021, 19:05 WIB
Polres menilai penerapan ganjil genap di jalur Puncak-Cianjur-Bogor, efektif untuk diterapkan secara permanen disertai aturan...
MI/Susanto

2.440 Wisatawan Kunjungi TMII pada Akhir Pekan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 18 September 2021, 18:49 WIB
Adi Widodo menambahkan penerapan aturan pembatasan pelat nomor ganjil-genap kendaraan bermotor mempengaruhi jumlah wisatawan yang akan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya