Selasa 17 Agustus 2021, 23:06 WIB

Ketua DPRD Ingatkan Anies Covid-19 Masih Mengintai

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Ketua DPRD Ingatkan Anies Covid-19 Masih Mengintai

MI/ Insi Nantika Jelita
Prasetyo Edi Marsudi

 

KETUA DPRD Provinsi DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi meminta seluruh pihak tetap waspada pada ancaman penularan Covid-19, meski DKI masuk dalam kategori kota yang terbebas dari zona merah. Ia mengatakan, risiko penularan menjadi rentan mengingat Jakarta menjadi lokasi transit pekerja dari daerah penyangga.

Maka, ia mengimbau agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta kepala daerah penyangga bersinergi membentuk kebijakan khusus untuk mengatur pergerakan warga untuk keluar masuk Jakarta. "Syarat sertifikat vaksin itu menjadi penting dan pengawasannya itu harus benar-benar diperketat di transportasi menuju Jakarta," terangnya, Selasa (17/8).

"Di sini harus ada sinergi dari masing-masing kepala daerah. Supaya aturan di lapangan juga jelas dan petugas juga harus tegas. Tidak ada pengecualian," ujarnya.

Penerapan perpanjangan PPPKM level 4, 3, dan 2  sejak 2 Agustus 2021 di Pulau Jawa-Bali menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Sejumlah daerah tercatat mengalami penurunan kasus penularan aktif Covid-19. Salah satunya DKI Jakarta.

Dari total 34.417 RT di Jakarta, sebanyak 349 RT di diantaranya berstatus zona oranye, 24.001 RT merupakan zona hijau, dan tujuh RT masih berstatus zona merah. Sementara untuk persentase keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid untuk ruang isolasi sebesar 33 persen, adapun untuk ruang ICU masih terpakai 59 persen. Dengan data tersebut DKI Jakarta dapat dikategorikan sebagai daerah berstatus zona hijau.

Pria yang akrab disapa Pras ini menyebut, resiko melonjaknya kembali kasus penularan aktif Covid-19 di Jakarta tak terlepas dari kepadatan penduduk. Apalagi Jakarta masuk ke dalam kategori minim kesadaran akan kepatuhan menjaga jarak.

"Karena itu ketegasan petugas menjadi vital di sini. Petugas harus memastikan semua orang yang masuk Jakarta telah divaksin. Begitu pun pengawasan pada setiap aktivitas agar sesuai pada protokol kesehatan," ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menekankan agar penerapan 3T (testing, tracing, dan treatmen) tetap digalakkan Satgas Covid-19 DKI Jakarta. Upaya tersebut menurutnya menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pengendalian pandemi di Ibukota.

"Sebab kita tetap tidak bisa mengandalkan kesuksesan vaksinasi dosis pertama di Jakarta. Selama penerapan 3T dan protokol kesehatan di lapangan masih minim, Jakarta masih akan rentan apalagi dengan mutasi varian-varian baru," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara/M. Risyal Hidayat

Warga Sambut Positif HBKB di Jakarta Diadakan Lagi

👤Putri Ansia Yuliani 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:15 WIB
Selain itu, kebijakan ini juga sudah bisa dilakukan karena jumlah vaksinasi di Jakarta juga cukup tinggi sehingga ia menilai kekebalan...
ANtara/Yusuf Nigroho

Minyak Goreng Curah di Kota Bekasi Terpantau Sudah Turun Rp14 Ribu per liter

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:00 WIB
Ia menjelaskan, turunnya harga minyak goreng sudah ditetapkan dari tingkat agen. Para pedagang biasa membeli dalam ukuran jiriken 5 hingga...
MI/Ramdani

Formula E Jadi Momentum Pertumbuhan Kendaraan Listrik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:45 WIB
"Hadirnya Formula E ini menjadi momentum awal pertumbuhan industri kendaraan listrik. Ini juga menunjukkan pemerintah concern terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya