Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA prediksi bahwa wilayah DKI Jakarta akan tenggelam pada 10 tahun mendatang, membuat warga Ibu Kota khawatir. Ada pula yang berpikir untuk mencari tempat tinggal baru di wilayah yang lebih aman.
Seperti, Ariel Driantoro, warga Cengkareng, Jakarta, yang telah mendengar isu Ibu Kota akan tenggelam beberapa tahun lagi. Dirinya terus mengikuti perkembangan mengenai pesisir pantai dari media sosial dan media massa.
Menurutnya, garis pantai di pesisir utara Jakarta terus naik dan membuat bangunan di sekitar perlahan tenggelam. Selain melihat di media massa, Ariel juga melihat wilayah di sekitarnya mulai terendam.
Baca juga: Biden Sebut Jakarta Bakal Tenggelam, Megawati: Jadi Renungan Bersama
"Rumah saya juga tidak jauh dari pantai sebenarnya. Saya mengalami di sini dari awalnya yang memang masih tanah dan bangunan, sudah ada yang tenggelam. Tidak jauh beda dengan foto yang ramai di media soal musala tenggelam di pesisir utara Jakarta," ujar Ariel saat dihubungi, Sabtu (7/8).
Ariel pun berpikir untuk mencari tempat tinggal baru. Dalam hal ini, untuk mengantisipasi jika Jakarta benar-benar tenggelam. Dirinya bersama keluarga sebenarnya sudah memiliki apartemen di Bandung, Jawa Barat.
"Akhirnya saya sama keluarga sepakat pindah ke apartemen di Bandung. Walaupun, sebenarnya agak berat juga, karena dari kecil saya sudah di sini," imbuhnya.
Baca juga: Tepis Pernyataan Biden, Pakar ITB Sebut Jakarta tidak Mungkin Tenggelam
Sementara itu, warga Jakarta lainnya, Fadil Rifki, berpendapat isu Jakarta akan tenggelam sudah tidak bisa ditampik. Dia mengambil contoh bangunan di kawasan Kota Tua yang terus menurun dan lebih rendah dari badan jalan.
Fadil menilai perlu langkah bersama untuk mencegah kenaikan arus laut, yang merupakan dampak pemanasan global. "Ini sebenarnya isu global. Semua orang, pemerintah, harus serius dan melakukan langkah nyata mengurangi pemanasan global. Salah satunya, menurunkan emisi karbon," pungkas Fadil.
Penyedotan air tanah secara masif dan berlangsung selama bertahun-tahun, lanjut dia, menyebabkan permukaan tanah di Ibu Kota semakin rendah. Dirinya pun berharap adanya terobosan bersama agar air laut tidak semakin naik.(OL-11)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Studi terbaru mengungkap bagaimana pemanasan global di zaman Paleogen mengubah pola hujan menjadi tidak menentu. Apakah ini gambaran masa depan Bumi?
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved