Kamis 29 Juli 2021, 09:17 WIB

Ada 1.057 Perusahaan Pelanggar PPKM di DKI Ditutup Sementara

Hilda Julaika | Megapolitan
Ada 1.057 Perusahaan Pelanggar PPKM di DKI Ditutup Sementara

Antara
Tempat usaha yang melanggar aturan selama PPKM disegel dan disetop sementara usahanya.

 

DINAS Tenaga Kerja, Transmigrasi (Nakertrans) dan Energi DKI Jakarta menindak terhadap 1.057 perusahaan yang tidak menjalankan aturan sebagaimana berlaku dalam masa pandemi covid-19.

Kepala Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, dalam periode 5-28 Juli ini telah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) di 1.469 perusahaan.

"Hasilnya, 967 perusahaan ditutup sementara waktu karena melanggar protokol kesehatan (prokes) dengan temuan pekerja atau karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian, 90 perusahaan lainnya juga ditutup sementara waktu karena diketahui tidak menjalankan prokes," ujarnya, Kamis (29/7).

Andri menjelaskan, Dinas Nakertrans dan Energi DKI Jakarta membuka kanal laporan bahwa perusahaan yang bersangkutan telah melaksanakan protokol pencegahan penularan covid-19 melalui email hikesja.nakertrans@jakarta.go.id.

Sedangkan, untuk pengaduan dan pelaporan pekerja terkonfirmasi covid-19 dapat dilakukan melalui aplikasi JAKI atau bit.ly/covid19perusahaan.

"Kanal atau layanan aduan online tersebut juga menjadi acuan untuk pihaknya melakukan sidak ke perusahaan atau perkantoran. Sebesar 90% berasal dari aduan masyarakat yang masuk melalui kanal aduan, JAKI, dan WhatsApp," terangnya.

Menurutnya, selain mengerahkan pengawas yang rutin melakukan sidak ke sejumlah perusahaan, Dinas Nakertrans dan Energi juga melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan di lapangan melalui laporan yang masuk.

"Sejauh ini belum ada perusahaan yang mengulangi kesalahan sampai saat ini. Kita minta semua perusahaan taat aturan untuk keselamatan bersama," ungkapnya.

Ia menambahkan, ada aturan baru yang harus dipahami secara seksama dan dilaksanakan oleh industri orientasi eskpor serta penunjangnya pada PPKM Darurat Level 4 dan Level 3. Industri orientasi eskpor hanya dapat beroperasi satu sif dengan kapasitas maksimal 50 persen staf hanya di fasilitas produksi/pabrik, serta 10 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan Level 3 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

"Dalam peraturan sebelumnya tidak dijelaskan satu atau dua sif, dijelaskannya hanya 50% waktu yang bersamaan. Sehingga, Disnaker seluruh Indonesia mengusulkan ke Dirjen PHI & JSK dan Dirjen Binwasnaker dan K3 saat ada rakornis. Alhamdulillah dalam Instruksi Mendagri Nomor 24 Tahun 2021 sudah menjawab keraguan petugas kami di lapangan dalam menerjemahkan SK dan instruksi sebelumnya," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga: Sembuh dari Covid-19, Kades Tube Ditahan Kejaksaan Kalabahi

Baca Juga

MI/Rommy Pujianto

Taman Margasatwa Ragunan Mulai Buka Akhir Pekan Ini

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:03 WIB
"Betul. Insyaallah Sabtu, Ragunan buka," kata Bambang saat dikonfirmasi, Kamis...
MI/ANGGA YUNIAR

Satpol PP Jaring PSK, Manusia Gerobak dan Manusia Kolong Jembatan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 14:00 WIB
Budi mengatakan semua PMKS yang terjaring nantinya akan dilakukan pembinaan oleh Suku Dinas Sosial Jakarta...
Antara

PPKM Tangsel ke Level 2, Legislator Nilai Kesadaran Masyarakat Makin Baik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 13:45 WIB
Peran pemerintah melakukan pemulihan ekonomi harus benar-benar serius agar perekonomian khususnya di Tangsel menggeliat lagi menuju ...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya