Rabu 16 Juni 2021, 07:35 WIB

Kota Bekasi Belum Maksimal Ramah Bagi Disabilitas

Rudi Kurniawansyah | Megapolitan
Kota Bekasi Belum Maksimal Ramah Bagi Disabilitas

Ant/Hafidz Mubarak
Penyandang tunanetra didampingi petugas berjalan di jalur pemandu di PN Jakarta Pusat, Jakarta.

 

MASALAH fasilitas dan bantuan untuk kaum disabilitas sering menjadi polemik. Hal itu diungkapkan perwakilan Himpunan Wanita Disabiltas Indonesia (HWDI) dan Komunitas Bekasi mendengar dan berbicara (Kotak menara) saat audiensi dengan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di ruang kerjanya, Rabu (16/6).

"Kota Bekasi masih kurang ramah bagi para disabilitas. Selama ini kaum difabel nggak pernah diajak ikut musrenbang. Saya pernah ke Puskesmas dan Kantor Kelurahan tapi disana enggak ada lantai miring dan pegangan untuk disabilitas. Dan itu posisi tangga, saya itu kan enggak bisa melangkah tinggi jadi mau naik tangga jadi susah banget,” kata perwakilan dari Komunitas HWDI.

Hal lain yang membuat gusar adalah masih minimnya perhatian Pemkot Bekasi. Ia menyebut, difabel tidak pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Padahal pihaknya juga ingin terlibat dalam pembangunan kota. Setidaknya juga ikut dalam pembangunan jalur pedestrian yang ramah disabilitas dan pengembangan UMKM bagi para kaum disabilitas.

"Kami ingin ada pemberdayaan ekonomi bagi kaum disabilitas. Bagaimana kita bisa tetap produktif dengan kekurangan yang dimiliki. Di Kota Bekasi banyak penyandang disabilitas yang produktif. Kami berharap ada tempat untuk kegiatan teman-teman disabilitas agar bisa memasarkan produknya. Kami berharap pemerintah bisa ikut mengangkat disabilitas agar lebih produktif. Dan produknya harus bisa bersaing. Kami siap untuk diadakan pelatihan UMKM," tuturnya.

Selain itu, pihaknya berharap anak-anak tuna rungu yang ada di komunitasnya bisa bersekolah di sekolah umum. Pasalnya ada anak-anak tuna rungu yang juga bisa berkomunikasi secara verbal.

"Kami berharap untuk anak-anak yang bersekolah di sekolah inklusi bisa masuk sekolah umum. Sebab kalau di sekolah umum anak-anak kami bisa punya tambahan kegiatan dan meningkatkan keterampilan," jelas Lisa.

Dia berharap sosok Tri Adhianto mampu memberikan solusi. ”Beliau sosok yang peduli dan mau mendengarkan. Saya berharap banyak pada beliau,” tutur Lisa.

Mendengar keluhan itu, Tri Adhianto mengatakan bahwa komitmennya melibatkan difabel sudah menjadi perhatiannya sejak awal. Tri mengatakan selalu memberikan perhatian dan bantuan. "Terlebih lagi ketika Covid-19 seperti ini. Saya sadar betul apa yang mereka rasakan,” ujar Tri.

Ke depannya, Tri berjanji menggandeng difabel dalam pembangunan kota. Pelibatan difabel diwujudkan dalam pembangunan ruang dan fasilitas untuk pengembangan kreativitas.

”Pemerintah harus hadir untuk warganya. Dan insyallah kedepan saya akan beri ruang di jalur pedestrian, Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan space untuk mengembangkan skill mereka. Dan saat ini di Plaza Pemkot sendiri sudah diberikan fasilitas bagi kaum difabel. Dan kedepan gedung pemerintah akan menjadi perhatian termasuk ruang milik publik," jelas Tri.

Dalam kesempatan tersebut Tri juga sempat menghubungi langsung Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk membantu anak-anak disabilitas yang ingin masuk ke sekolah negeri yang ada di Kota Bekasi.(OL-13)

Baca Juga: Wisma Atlet Penuh, Pemprov DKI Siapkan Lokasi Isolasi di Ragunan dan TMII

Baca Juga

Ruslan PRYANIKOV / AFP

OJK Minta Kemenkominfo Blokir Aplikasi 'Mata Elang' Dipakai Debt Collector

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 30 Juli 2021, 22:31 WIB
Aplikasi yang digunakan oleh para tenaga jasa penagih atau debt collector untuk melakukan penarikan objek sitaan dengan melanggar ketentuan...
Antara/Oky Lukmansyah

Direktur dan Komisaris PT ASA Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 30 Juli 2021, 20:50 WIB
Kasus tersebut diungkap setelah adanya informasi gudang obat yang melakukan penimbunan beberapa jenis obat yang dibutuhkan saat pandemi...
Antara/Aprilio Akbar

Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Turun Pesat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 30 Juli 2021, 19:58 WIB
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 7.812 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 19.654 (orang yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya