Jumat 11 Juni 2021, 17:16 WIB

Komunitas Sepeda Akan Unjuk Rasa Jalur Khusus Road Bike

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Komunitas Sepeda Akan Unjuk Rasa Jalur Khusus Road Bike

Dok.MI
Pengguna sepeda

 

KOMUNITAS sepeda Bike To Work (B2W), Koalisi Pejalan Kaki, dan Road Safety Association (RSA) berencana menggelar aksi unjuk rasa menentang adanya jalur khusus Road Bike di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Kampung Melayu-Tanah Abang pada Minggu (13/6) mendatang.

Ketua Tim Advokasi B2W Indonesia Fahmi Saimima menjelaskan unjuk rasa itu akan digelar pukul 07.00 saat berlangsungnya waktu jalur khusus Road Bike di jalur tersebut.

Ia memaparkan unjuk rasa itu bukan gambaran protes menentang aktivitas para pesepeda Road Bike yang naik akhir-akhir ini. Protes ini terkait kebijakan Pemprov DKI yang dinilai tidak menganut prinsip kesetaraan. Semua jenis moda transportasi, kata dia, harusnya diperlukan sama.

"Terkesan diskriminatif bagi kami pesepeda yang mempunyai genre dan jenis yang sama," ungkapnya saat dihubungi, Jumat (11/6).

JLNT bukanlah jalur yang bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun pejalan kaki karena faktor keamanan dan keselamatan. Hal ini telah tercantum dalam Undang-undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Diperbolehkannya Road Bike melintas di atas JLNT sementara kendaraan jenis lain justru dilarang justru memancing gesekan di kalangan pengguna jalan.

Baca juga: Pengguna Road Bike di Sudirman-Thamrin Kian Meningkat

"Namun, dengan adanya aturan baru yang tidak ada landasan hukumnya memperbolehkan Road Bike melintas, ini justru menimbukan konflik sosial baru, bahkan punya ekses terhadap negatifnya pesepeda," ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan, Road Bike tidak secara khusus ada dalam payung hukum manapun yang lebih tinggi sehingga jalur khusus Road Bike yang didukung rambu ini tidak didukung dengan kajian yang baik.

Fahmi menegaskan bila gubernur ingin 'maju kotanya bahagia warganya' maka, unsur penegakan hukum harus didahulukan dalam setiap membuat kebijakan baru.

"Sejatinya harus meletakkan dasar Law Enforcement, penegakkan hukum yang tegas, adil serta penuh kesinambungan. Sehingga kota ini bisa tumbuh sebagai kota yang taat hukum demi penegakkan aturan," lanjutnya.

Langkah unjuk rasa ini juga telah disosialisasikan kepada seluruh komunitas sepeda di Jakarta melalui akun media sosial B2W. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Polisi Gadungan Beli KTA Rp 2 Juta Agar Aman di Jalan

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 16 Juni 2021, 21:32 WIB
AHH dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman enam tahun...
Antara

Kapasitas Wisma Atlet 80%, Warga Diisolasi di Graha Wisata Ragunan dan TMII

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 16 Juni 2021, 20:55 WIB
Kepala UP Anjungan dan Graha Wisata DKI Jakarta Yayang Kustiawan mengatakan hingga hari ini total ada 162 pasien positif covid-19 tanpa...
DOK Humas Pemkab Tangerang.

Kabupaten Tangerang Antisipasi Lonjakan Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 20:47 WIB
Bupati juga mengajak kepada seluruh camat untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat di wilayah masing-masing untuk melaksanakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghitung Ancaman Megathrust Pesisir Selatan Jatim

Analisis mengenai potensi gempa dan tsunami harus dijadikan pengingat untuk memperkuat mitigasi kegempaan dan tsunami di wilayah Jawa Timur.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya