Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa tahun terakhir, terutama pada masa pandemi covid-19, masyarakat di kota besar di Indonesia gemar bersepeda. Kegiatan itu tentu bermanfaat. Selain baik untuk kesehatan, sepeda berguna sebagai sarana transportasi untuk menghindari kerumunan. Namun, kegiatan itu masih sebatas sebagai sarana olahraga dan rekreasi, belum menjadi gaya hidup sehari-hari. Padahal, alat transportasi beroda dua itu dapat dijadikan ‘kendaraan politik’ untuk mengatasi kerusakan lingkungan.
Saking pentingnya, sejak empat tahun silam, PBB bahkan menetapkan 3 Juni sebagai Hari Bersepeda (World Bicycle Day). Hal tersebut didasari manfaat kendaraan roda dua itu bagi kehidupan manusia di planet ini. Selain sudah digunakan berabad-abad, sepeda merupakan sarana transportasi berkelanjutan yang sederhana, sehat, terjangkau, andal, bersih, dan ramah lingkungan. Tema World Bicycle Day tahun ini ialah merayakan keaslian, keragaman, dan daya tahan sepeda yang telah digunakan selama lebih dari 200 tahun.
Melalui momen tersebut, lembaga itu berharap sepeda dapat digunakan sebagai sarana transportasi utama sehari-hari masyarakat di dunia. Seruan itu mungkin terdengar utopis. Apalagi, belum semua negara punya kebijakan untuk membangun kota yang ramah bagi pesepeda. Namun, itu bukan alasan jika kita memang betul-betul serius ingin berkontribusi membenahi kondisi lingkungan yang semakin tidak karuan. Lagi pula, polusi asap dan bising knalpot kendaraan bermotor, enggak perlu pilih-pilih untuk memasuki paru-paru dan gendang telinga manusia. Kita semua, miskin ataupun kaya, ikut merasakan dampaknya.
Untuk mengatasi itu semua, mungkin kita harus mulai membiasakan diri berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk mobilitas jarak dekat. Jika di akhir pekan suka touring bersepeda keliling atau bahkan ke luar kota, seharusnya kalau cuma ke Indomart/Alfamart atau ke sekolah/kampus yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumah, tidak usah lagi naik motor atau pesan ojek online. Selain sehat, dengan berjalan kaki atau bersepeda, kita setidaknya telah ikut berkontribusi sekian persen untuk mengurangi polusi dan menekan penghamburan energi sia-sia.
Dalam bukunya, Small Is Beautiful (diterbitkan pertama kali pada 1963 dan diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh LP3ES pada awal 80-an), ekonom kelahiran Jerman EF Schumacher sebenarnya telah mewanti-wanti bahwa penggunaan sumber daya energi, terutama yang tidak terbarukan, telah digunakan sedemikian rupa sehingga ancaman kerusakan lingkungan membayang di depan mata. Pada era itu (1960-an), perhatian para aktivis lingkungan memang mulai bergeser dari yang sebelumnya fokus pada perlindungan situs dan spesies tertentu ke kritik yang lebih eksplisit terhadap praktik-praktik yang merusak alam, seperti penggunaan mobil dan jenis kendaraan bermotor lainnya.
Seruan penggunaan sepeda atau berjalan kaki lantas menjadi salah satu kendaraan politik perjuangan para aktivis untuk melawan para perusak lingkungan. Di negara-negara Barat, terutama di beberapa negara Eropa, hal itu berhasil menekan pemerintah sehingga mengakomodasi pembangunan kota yang lebih ramah, baik untuk pesepeda maupun pejalan kaki. Kesadaran itu pun tertanam di benak mayoritas warga sehingga bersepeda ataupun berjalan kaki menjadi laku hidup sehari-hari mereka.
Pergeseran dan kesadaran sosial semacam itu yang seharusnya kita tiru. Jangan sekadar latah ikut tren dan teperdaya gaya hidup konsumtif. Beli sepeda seharga puluhan juta, tapi hanya digunakan untuk rekreasi di akhir pekan. Selain demi kesehatan, bersepeda harus jadi kultur dan alat perlawanan untuk mengatasi degradasi lingkungan.
Teknologi artificial intelligence yang semula sekadar alat yang bersifat pasif --semacam kalkulator yang menunggu instruksi-- menjadi AI yang bertindak sebagai kolaborator sejati.
Tidak ada makan siang gratis di dalam politik. Bantuan elite dan oligarki tentu menuntut balasan.
Pahit getir pembentukan negara tidak bisa dilepaskan pula dari derita luka dan sengsaranya rakyat. Nyawa rakyat lebih banyak musnah dibandingkan nyawa elite selama berjuang.
Empat langkah krusial tetap dibutuhkan agar kebijakan tidak berhenti sebagai respons sesaat.
Fenomena penghujat di masyarakat bukan hal baru. Dalam psikologi sosial ini disebut negativity bias: kecenderungan manusia lebih cepat melihat kesalahan ketimbang kebaikan.
Pertanyaan yang menyentak bukanlah apakah mungkin membubarkan lembaga DPR di alam demokrasi, melainkan mengapa anggota DPR minta tunjangan rumah Rp50 juta per bulan.
PELAKU industri sepeda memanfaatkan momentum awal tahun untuk mendorong penjualan melalui program promosi agresif.
PT Ofero Technology Indonesia resmi memperkenalkan Stareer 5 Lit sebagai produk flagship terbarunya.
Rendy tampil konsisten sejak start dan finis sebagai yang tercepat untuk memastikan tambahan satu emas bagi kontingen Merah Putih.
VICE President Sekretaris SKK Migas, Hudi Dananjoyo Suryodipuro, 48, tewas saat mengendarai sepeda dan mengalami kecelakaan. DPRD minta pemprov dki behani jalur pejalan kaki dan sepeda
Vice President (VP) Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Hudi Dananjoyo Suryodipuro (48), meninggal dunia.
ATR Cycling mengumumkan program diskon akhir tahun bertajuk Big Sale 12.12 yang berlangsung pada 1-14 Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved