Rabu 09 Juni 2021, 14:11 WIB

Pemilik Kebun Ganja Hidroponik Mengaku untuk Konsumsi Pribadi

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Pemilik Kebun Ganja Hidroponik Mengaku untuk Konsumsi Pribadi

Antara/Didik Suhartono.
Ilustrasi.

 

SATUAN Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengungkap ganja rumahan hidroponik di Brebes, Jawa Tengah. Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan pihaknya menyita 300 pot ganja dengan total berat 40 kilogram.

Dari pengungkapan itu, polisi juga menciduk UH, 39, yang memerintahkan SY, 36, untuk merawat tanaman ganja tersebut. Ady mengatakan kedua pelaku mengaku menanam ganja secara hidroponik tersebut hanya untuk konsumsi pribadi. Meski demikian, pihaknya masih mendalami keterangan tersangka untuk memastikan motif menanam ganja tersebut.

"Ini masih kami dalami, masih ada proses lanjutan terkait tangkapan ini. Ini cukup unik karena tidak dijual tapi dipergunakan untuk konsumsi pribadi karena berdasar pengakuan juga sudah lama menggunakan ganja ini," kata Ady di kantornya, Rabu (9/6).

Ady mengatakan UH memberikan SY modal Rp550 ribu untuk mengembangkan kebun ganja tersebut. Setiap ganja yang dipanen, UH akan memberikan upah Rp100 ribu per satu pot.

Ady menjelaskan pengungkapan kebun ganja hidroponik tersebut berawal saat polisi menangkap seorang pemakai berinisial TM, 39, di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat pada 4 Juni 2021. Ady mengatakan pihaknya menyita ganja seberat 3,8 gram.

Polisi lalu menyelidiki sumber TM mendapatkan barang haram tersebut. Keesokan hari, polisi menangkap HF, 30, yang merupakan kurir ganja di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Polisi menyita 42,33 gram ganja dari tangan HF.

Dari keterangan HF, polisi lalu menangkap SY di Brebes beserta barang bukti kebun ganja hidroponik. Kemudian, UH ditangkap di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, dengan barang bukti 29 linting ganja dan 1 piring ganja siap tanam dengan berat 149 gram.

 

Atas perbuatannya, TM dijerat Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan terhadap HF, SY, dan UH dikenakan Pasal 114 ayat 2 sub 111 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (OL-14)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Pemprov DKI Perpanjang PPKM Mikro Hingga 28 Juni

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:42 WIB
Pemprov DKI Jakarta melalui Kepgub No. 759 Tahun 2021 dan Ingub No. 39 Tahun 2021 kembali memperpanjang PPKM hingga 28 Juni...
MI/Supardji Rasban

Status Zona Merah RT 03/03 Cilangkap Dicabut

👤Hilda Julaika 🕔Selasa 15 Juni 2021, 10:33 WIB
PENETAPAN zona merah wilayah RT 03/03 Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur kini telah resmi dicabut sejak Senin (14/6)...
MI/Kisar Rajagukguk

Kasus Covid-19 di Kota Depok Meningkat Lagi

👤Kisar Rajagukguk 🕔Selasa 15 Juni 2021, 08:45 WIB
KASUS positif Covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat meningkat lagi dengan penambahan lebih dari 300 kasus infeksi virus korona per hari sejak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya