Rabu 07 April 2021, 15:12 WIB

Ada Varian Baru Covid, DKI Minta AP II Perketat Pemeriksaan

Selamat Saragih | Megapolitan
Ada Varian Baru Covid, DKI Minta AP II Perketat Pemeriksaan

ANTARA FOTO/Arnas Padda
Protokol kesehatan di bandara

 

WAKIL Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mendorong PT Angkasa Pura (AP) II agar memeriksa calon penumpang lebih ketat. Khususnya penumpang yang masuk ke Indonesia melalui bandar udara. Penyaringan lebih ketat untuk meminimalisir lolosnya varian virus corona yang menyebabkan Covid-19 seperti varian B.1.1.7, B1351 dan P1.

"Mudah-mudahan teman-teman di bandara Angkasa Pura II bisa meningkatkan penyaringan, pengetatan supaya jangan sampai ada virus baru yang masuk ke Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya," kata Riza di Jakarta, Rabu (7/4).

Menurut dia, apabila ditemukan varian baru covid-19 di Indonesia khususnya DKI Jakarta, tidak ada jalur penularan lain selain melalui bandara. Sebab, lanjut Riza, kasus mutasi virus Corona E484K Eek sudah ditemukan di Jakarta. Virus ini pun tergolong baru.

"Prinsipnya kalau masuk ke Jakarta itu kan lewat dari bandara. Maka tesnya di bandara agar ekstra ketat dan selektif," harap Riza.

Namun, hingga saat ini Pemprov DKI Jakarta belum mendapat temuan varian virus baru di Jakarta.

"Kami akan cek kembali, nanti saya akan cek apa betul ada varian baru yang masuk di Jakarta," tuturnya.

Baca juga:  E484K Mutasi Baru Covid-19, Bukan Varian Baru

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tirmidzi mengatakan mutasi virus Corona E484K terdeteksi masuk ke Indonesia setelah ditemukannya satu kasus covid-19 dari mutasi di Jakarta.

Mutasi virus itu ditemukan setelah Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman melakukan pemeriksaan pada Februari 2021 dan pasien sudah dinyatakan sembuh.

"Spesimen diperiksa bulan Februari oleh Lembaga Eijkman dan sudah sembuh. Ini dari Februari," ujar Nadia, Senin (5/4) lalu.

Kemenkes, lanjut Nadia, tetap melakukan langkah antisipasi meski kasus covid-19 dari mutasi itu ditemukan pada Februari 2021. Selain itu, pihaknya menekankan dengan terdeteksinya mutasi virus E484K di Indonesia, masyarakat harus meningkatkan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan mengurangi mobilitas guna mencegah penularan.

"Segera vaksin sesuai waktunya dan prokes dan batasi mobilitas dan segera kenali deteksi dini dan obati segera kalau kita ada gejala covid-19," ungkap Nadia.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

1500 Nakes RSDC Wisma Atlet Reakreasi ke Dufan

👤Antara 🕔Selasa 13 April 2021, 03:20 WIB
Refreshing juga sebagai upaya menyegarkan kembali pikiran para nakes yang tiap hari bertugas merawat...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Polisi Selidiki Proyektil Nyasar Rumah Warga di Kebon Jeruk

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 00:31 WIB
Kanit Reserse Kriminal Polsek Kebon Jeruk AKP Pradita Yulandi mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan membenarkan adanya...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Selama Ramadan, KRL Jabodetabek Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 12 April 2021, 23:57 WIB
KAI Commuter mengajak penumpang yang hendak makan dan minum untuk berbuka puasa dengan menjaga protokol kesehatan dan menjaga kebersihan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya