Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG perempuan berinisial J yang merupakan selebgram mencoba bunuh diri di Jembatan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Kapolsek Penjaringan Kompol Ardyansyah mengatakan percobaan bunuh diri itu terjadi pada Senin (22/3) sekitar pukul 20.30 WIB.
"Benar insidennya ada wanita yang mencoba bunuh diri di PIK," kata Ardyansyah kepada wartawan, Rabu (24/3).
Kejadian itu beredar di media sosial. Tampak seorang perempuan menggunakan pakaian putih akan melompat dari atas jembatan. Satpam yang berada di lokasi menggagalkan aksi bunuh diri tersebut.
Ardyansyah mengatakan pihaknya saat ini mencoba menenangkan J yang kondisi psikologisnya masih belum stabil.
Baca juga: Amandemen Konstitusi Hanya Ilusi Elit, Bukan Aspirasi
"Sampai saat ini korban masih belum stabil dan belum bisa diajak bicara," katanya.
Lebih lanjut, Ardyansyah mengatakan, berdasar keterangan pembantu rumah tangga, J nekat melakukan aksi bunuh diri karena depresi. Namun, Ardyansyah belum merinci apa masalah yang sedang dihadapi oleh korban.
"Berdasarkan informasi dari pembantu rumah tangga yang bersangkutan, bahwa yang bersangkutan melakukan aksi percobaan bunuh diri diduga karena depresi, ada permasalahan keluarga," ungkapnya. (OL-4)
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved