Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI sudah melakukan pembebasan lahan di sepanjang 7,6 kilometer (km) sungai Ciliwung. Dengan begitu, pada lokasi bantaran Ciliwung tersebut sudah bisa mulai dilakukan proses normalisasi sungai.
“Iya di Ciliwung ada 7,6 km yang sudah bebas dan bisa dipasang sheet pile,” kata Ariza, sapaan akrabnya di Balai Kota, Jakarta.
Adapun untuk proses pemasangan sheet pile beton ini akan menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di bawah Kementerian PUPR. Perlu diketahui, sheet pile ini dirancang untuk menahan tekanan lateral (horizontal) tanah di sepanjang tepian sungai. Ia pun menjelaskan lahan untuk normalisasi ini merupakan hasil dari pembebasan pada 2019-2020.
Pihaknya pun berharap lahan yang sudah dibebaskan bisa segera dinormalisasi oleh pihak BBWS.
"Kalau bisa dilakukan (normalisasi) tahun ini oleh balai besar di sungai ciliwung itu luar biasa," imbuhnya.
Adapun untuk target selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta berupaya menuntaskan pembebasan lahan Sungai Ciliwung pada tahun 2022. Meski demikian, upaya ini membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Karena membutuhkan anggaran mencapai lebih dari Rp5 triliun untuk pembebasan seluruh lahan bantaran Sungai Ciliwung.
Baca juga: Anies Diminta Kebut Normalisasi Ciliwung di 2021
Ariza menyampaikan, dalam melakukan normalisasi sungai, proses paling sulit dan membutuhkan biaya besar adalah pembebasan lahan. Karena untuk memasang sheet pile berdasarkan perhitungannya hanya membutuhkan dana Rp370 miliar. Sementara untuk pembebasan lahan Sungai Ciliwung memerlukan Rp5 triliun.
“Bikin sheet pilenya jauh lebih murah daripada membebaskan lahannya. Membebaskan lahan itu banyak masalahnya, satu masalahnya banyak yang bersengketa, masih di pengadilan. Perlu waktu, kita kan negara hukum,” paparnya.
Yang terpenting, lanjut Ariza, konsistensi, komitmen, kesungguhan Pemprov dalam mengendalikan banjir. Menurutnya, hal ini terlihat dari program, rencana, besarnya anggaran yang dikucurkan tiap tahunnya.(OL-5)
Sungai Ciliwung memiliki peran vital karena merupakan sumber air baku utama bagi PDAM Tirta Asasta.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Berbagai kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat aksi kolektif, dan menginspirasi kecintaan generasi muda terhadap kelestarian Sungai Ciliwung.
Kerusakan sungai akan berimbas pada risiko banjir yang semakin luas.
Normalisasi merupakan langkah krusial menekan risiko banjir, terutama menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi hingga Februari
Keberhasilan program ini tidak bisa bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Kementerian PU menurunkan tujuh alat berat untuk normalisasi sungai guna mencegah banjir susulan.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memfokuskan upaya pengendalian banjir melalui pembangunan tanggul dan sabo dam.
Upaya normalisasi sungai dinilai belum berjalan maksimal sehingga ancaman luapan air masih terus menghantui permukiman warga di Tapanuli Tengah, terutama saat curah hujan tinggi.
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSA) terus memacu proyek normalisasi sungai di berbagai titik strategis.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan BPBD Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), besok (27/1), BMKG memprediksi akan terjadi hujan lebat di DKI Jakarta, Selasa (27/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved