Sabtu 06 Maret 2021, 12:20 WIB

7,6 Km Lahan Bantaran Ciliwung Bisa Segera Dinormalisasi

Hilda Julaika | Megapolitan
7,6 Km Lahan Bantaran Ciliwung Bisa Segera Dinormalisasi

MI/Andri Widiyanto
Bantaran sungai ciliwung yang sudah dibebaskan

 

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI sudah melakukan pembebasan lahan di sepanjang 7,6 kilometer (km) sungai Ciliwung. Dengan begitu, pada lokasi bantaran Ciliwung tersebut sudah bisa mulai dilakukan proses normalisasi sungai.

“Iya di Ciliwung ada 7,6 km yang sudah bebas dan bisa dipasang sheet pile,” kata Ariza, sapaan akrabnya di Balai Kota, Jakarta.

Adapun untuk proses pemasangan sheet pile beton ini akan menjadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di bawah Kementerian PUPR. Perlu diketahui, sheet pile ini dirancang untuk menahan tekanan lateral (horizontal) tanah di sepanjang tepian sungai. Ia pun menjelaskan lahan untuk normalisasi ini merupakan hasil dari pembebasan pada 2019-2020.

Pihaknya pun berharap lahan yang sudah dibebaskan bisa segera dinormalisasi oleh pihak BBWS.

"Kalau bisa dilakukan (normalisasi) tahun ini oleh balai besar di sungai ciliwung itu luar biasa," imbuhnya.

Adapun untuk target selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta berupaya menuntaskan pembebasan lahan Sungai Ciliwung pada tahun 2022. Meski demikian, upaya ini membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Karena membutuhkan anggaran mencapai lebih dari Rp5 triliun untuk pembebasan seluruh lahan bantaran Sungai Ciliwung.

Baca juga: Anies Diminta Kebut Normalisasi Ciliwung di 2021

Ariza menyampaikan, dalam melakukan normalisasi sungai, proses paling sulit dan membutuhkan biaya besar adalah pembebasan lahan. Karena untuk memasang sheet pile berdasarkan perhitungannya hanya membutuhkan dana Rp370 miliar. Sementara untuk pembebasan lahan Sungai Ciliwung memerlukan Rp5 triliun.

“Bikin sheet pilenya jauh lebih murah daripada membebaskan lahannya. Membebaskan lahan itu banyak masalahnya, satu masalahnya banyak yang bersengketa, masih di pengadilan. Perlu waktu, kita kan negara hukum,” paparnya.

Yang terpenting, lanjut Ariza, konsistensi, komitmen, kesungguhan Pemprov dalam mengendalikan banjir. Menurutnya, hal ini terlihat dari program, rencana, besarnya anggaran yang dikucurkan tiap tahunnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Jakarnaval 2022 Habiskan RP5,4 Miliar

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Senin 15 Agustus 2022, 05:53 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata menyebutkan untuk anggaran yang diperlukan dalam acara Jakarnaval...
Dok MI

Pemuda di Tangerang Sekap dan Perkosa Perempuan 16 Tahun

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:42 WIB
Korban tidak kenal dengan pelaku, namun diketahui pelaku adalah teman dari teman lelaki...
Dok Polri

Polri Yakini Keterangan Putri Candrawathi Ungkap

👤MGN 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:57 WIB
"Faktor pemicu kejadian sebagaimana diungkapkan Pak FS (Ferdy Sambo)," ujar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya