Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro Jaya memusnahkan narkoba yang diungkap selama empat bulan terakhir, mulai Oktober 2020 hingga Januari 2021. Acara pemusnahan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria, perwakilan Puslabfor Polri, Bareskrim Polri, Kejaksaan Agung, Pengadilan, dan MUI
Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran mengatakan barang bukti yang dimusnahkan yakni sabu seberat 217,45 kilogram, ganja seberat 801,49 kilogram, pil ekstasi sebanyak 18 ribu butir, dan tembakau gorilla seberat 1,37 kilogram.
"Ini adalah hasil pengukapan gabungan, baik yang dilakukan bersama Satuan Tugas Khusus Polri kemudian Polda Metro Jaya dan satuan narkoba Polres jajaran," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (3/1).
Baca juga: Bareskrim Bakal Panggil Tengku Zulkarnain Terkait Abu Janda
Fadil mengatakan barang haram tersebut dibakar dengan suhu yang tinggi menggunakan alat incinerator.
Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk memastikan barang bukti benar-benar habis terbakar.
Fadil mengatakan pemusnahan narkoba itu dapat menyelematkan jiwa 2,7 juta orang.
"Barang bukti narkoba tersebut benar-benar habis terbakar serta tidak menimbulkan efek negatif kepada masyarakat sekitar," kata Fadil.
Lebih lanjut, Fadil mengatakan peredaran narkoba masih terus terjadi yang dilakukan jaringan nasional dan jaringan internasional.
Ia mengatakan pihaknya akan terus mengungkap peredaran narkoba jaringan nasional dan internasional guna menciptakan Jakarta yang bebas narkoba.
"Polda Metro Jaya dan jajaran bertekad untuk terus melakukan pengungkapan untuk menuju Jakarta yang zero narkoba," tegas Fadil.
(OL-1)
Polda Metro Jaya mengerahkan 1.810 personel dan menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk mengamankan malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Jakarta.
Menurut dia, proses penegakan hukum atas kasus ini yang ditangani Polda Metro Jaya merupakan langkah positif.
Kontras mendesak pembentukan TGPF untuk mengusut tuntas serangan sistematis terhadap Andrie Yunus dan membongkar aktor intelektual di balik teror ini.
Polisi mengungkap jejak pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Rekaman CCTV menunjukkan aksi dilakukan secara terencana sejak awal.
Polda Metro Jaya identifikasi dua terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, BHC dan MAK. Polisi sebut total pelaku diduga lebih dari 4 orang.
Polisi ungkap identitas eksekutor penyiraman air keras Andrie Yunus (Kontras) berinisial BHC dan MAK lewat rekaman CCTV asli tanpa rekayasa AI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved