Senin 18 Januari 2021, 19:09 WIB

Kasus RS Ummi, Bima Arya Beberkan Fakta Baru

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Kasus RS Ummi, Bima Arya Beberkan Fakta Baru

Antara/Arif Firmansyah
Wali Kota Bogor Bima Arya berpose dengan buku karyanya.

 

WALI Kota Bogor Bima Arya membeberkan sejumlah fakta baru terkait kasus tes swab pemimpin FPI Rizieq Shihab di RS Ummi, Bogor, pada November silam.

Hal itu diungkapkan Bima seusai dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim Polri, Senin (18/1). Bima mengaku dicecar belasan pertanyaan dengan waktu 3 jam, terkait kronologis proses perawatan Rizieq di RS Ummi.

"Jadi, saya diminta untuk melengkapi keterangan terkait fakta baru yang didapatkan penyidik dari hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Dari kasus Rizieq di Rumah Sakit Ummi di Kota Bogor," ungkap Bima, Senin (18/1).

Baca juga: Bima Arya Diperiksa Bareskrim Soal Kasus Tes Swab Rizieq

Fakta baru yang dia beberkan ialah terkait informasi tidak benar yang disampaikan pihak rumah sakit. Dari situ, polisi perlu mendalami pihak satgas perihal keterangan RS Ummi dalam penanganan hasil tes swab Rizieq.

"Waktu itu, ada hal-hal yang disampaikan oleh pihak rumah sakit, yang ternyata setelah didalami informasi tersebut tidak benar," pungkasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Naik, Wagub: Jakarta Wilayah Transit

Kemudian, lanjut Bima, diketahui bahwa Rizieq terkonfirmasi positif covid-19. "Saya di sini menjelaskan kembali tupoksi dari satgas. Mengapa Satgas datang ke sana, karena memang tugas satgas untuk memastikan protokol kesehatan," jelas dia.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus RS UMMI Bogor, Jawa Barat. Ketiganya adalah Rizieq Shihab, menantu Rizieq, yaitu Muhammad Hanif Alatas, berikut Dirut RS UMMI Andi Tatat.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang (UU) Nomor Tahun 1984. Ketiganya juga disangkakan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946.(OL-11)

Baca Juga

AFP

PKS Protes Rencana Attaruk Jadi Nama Jalan di DKI

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 22:24 WIB
Khoirudib mengatakan rekam jejak dan sejarah Attaturk sangat merugikan kaum...
Dok MI

Polisi Tetapkan Supervisor dan Debt Collector Tersangka Pinjol Ilegal di Jakbar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:18 WIB
Wisnu menyebut 56 orang pegawai lainnya masih dilakukan pendalaman penyelidikan di Mapolres Metro Jakarta...
Antara

Wagub DKI: Lokasi Sirkuit Formula E Diputuskan Bulan Ini

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 19:55 WIB
Pemprov DKI sudah menyiapkan lima lokasi untuk ajang balap mobil listrik Formula E. Nantinya, utusan Formula E meninjau langsung lokasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya