Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Presidium GARDA, Igun Wicaksono mengatakan pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta berharap tetap mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST).
Pasalnya, penumpang ojol terus mengalami penurunan terlebih di masa pengetatan PSBB ini.
“Memang PSBB Ketat ini semakin menurunkan pendapatan juga. Tadinya sudah mulai membaik namun karena diberlakukan kembali pengetatan PSBB Jawa- Bali khususnya jakarta, penghasilan mereka makin menurun lagi,” ujar Igun kepada Mediaindonesia.com, Selasa (12/1).
Igun mengatakan bahwa berdasarkan pernyataan Kementerian Sosial (Kemensos), pengemudk ojol berhak mendapatkan bansos tunai.
“Kami berharap seperti kemarin program bansos untuk teman-teman ojol bisa disalurkan kepada teman-teman pengemudi di Jakarta. Kami konfirmasi ke Kemensos tetap menyebutkan ojol masuk ke dalam penerima bansos. Ini ada dua perbedaan. Kami berharap Pemprov DKI melaksanakan amanat pusat. Karena amanahnya dari pusat, pengemudia ojol tetap mendapatkan bansos tunai," tandasnya.
Hal ini masih perlu mendapatkan kejelasan kembali. Namun, pihaknya tetap mendorong para pengemudi mendapatkan bansos. Karena bansos merupakan bentuk semangat untuk para pengemudi dalam melaksanakan tugas.
“Ini bentuk perhatian juga kepada pengemudi untuk beraktivitas dalam mendukung roda ekonomi di Jawa Bali khususnya di Jakarta. Teman-teman pengemudi di sini jadi tetap merasa diperhatikan. Meskipun nilainya memang tak sebanding dengan kehilangan pendapatan teman-teman pengemudi,” ungkapnya.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp300 ribu. Namun, menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, kini pengemudi ojek daring tidak lagi mendapatkan bansos.
“Dulu sampai Gojek juga menerima bansos ini. Sekarang kan sudah tidak menerima. Jadi, sekarang yang sudah bekerja tidak lagi menerima bantuan,” kata Ariza, sapaan akrabnya, Rabu (6/1)
Ariza kemudian membenarkan kalau ada pengurangan penerima bansos di DKI. Sebelumnya, terdapat sekitar 2,45 juta penerima bansos dalam bentuk sembako. Namun, saat ini ada pengurangan menjadi hanya sekitar 1,9 juta penerima. (OL-8)
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan.
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
AKSES pendidikan yang setara dinilai menjadi salah satu kunci mobilitas sosial, khususnya bagi keluarga pekerja sektor informal di perkotaan.
Di titik inilah perjalanan Grab Indonesia sepanjang 2025 layak dibaca bukan sebagai rangkaian inovasi teknologi, melainkan sebagai cermin perubahan struktur ekonomi rakyat.
Apakah perjalanan Grab bisa direkam suaranya? Pertanyaan ini kerap muncul terkait keamanan, dokumentasi pribadi, hingga bukti jika terjadi hal tidak diinginka
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menanggapi rencana keterlibatan Danantara dalam isu penggabungan dua perusahaan teknologi besar Grab dan Goto.
GRAB memperkuat ekosistemnya melalui program Eatfluencer di halaman Grab Discover untuk menghadirkan pengalaman yang semakin relevan dengan gaya hidup penggunanya.
Pemerintah membenarkan bahwa isu penggabungan dua perusahaan teknologi besar, Grab dan GoTo, memang tengah dibahas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved