Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

BHR 2026 Grab Naik Dua Kali Lipat, Nominal Tertinggi capai Rp1,6 Juta

Insi Nantika Jelita
03/3/2026 16:43
BHR 2026 Grab Naik Dua Kali Lipat, Nominal Tertinggi capai Rp1,6 Juta
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi.(Dok. Antara)

APLIKATOR penyedia jasa layanan transportasi online, Grab Indonesia menggandakan anggaran program Bantuan Hari Raya (BHR) di Lebaran 2026 bagi pengemudi ojek online (ojol) menjadi Rp100–110 miliar, dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan anggaran ini berdampak langsung pada peningkatan nominal yang diterima mitra pengemudi ojol, dengan nilai tertinggi mencapai Rp1,6 juta

Dalam keterangan resminya, Grab menjelaskan program BHR 2026 dibagi ke dalam tujuh kategori untuk mitra pengemudi roda dua dan roda empat, yang disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas selama periode penilaian.

"Untuk kategori tertinggi, mitra GrabBike dapat menerima hingga Rp850.000, sedangkan mitra GrabCar hingga Rp1.600.000," kata Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, dalam keterangan yang diterima Media Indonesia, Selasa (3/3).

Selanjutnya, pada kategori nominal terendah, pengemudi ojol dapat menerima Rp150.000 untuk GrabBike dan Rp200.000 untuk GrabCar. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan struktur apresiasi yang lebih proporsional di berbagai tingkat produktivitas. Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri

"Mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver," terang Neneng.

Ia menuturkan skema BHR Grab dirancang berbasis indikator produktivitas, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order serta kualitas pelayanan. Pendekatan ini dimaksudkan agar apresiasi diberikan secara adil sesuai tingkat partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel. Grab menilai pola partisipasi mitra bersifat dinamis karena model kemitraan memungkinkan pengemudi menentukan sendiri waktu dan intensitas aktivitasnya.

Neneng menjelaskan berdasarkan data internal per Desember 2025, dari sekitar 3,7 juta mitra terdaftar, rata-rata mitra yang aktif menggunakan aplikasi dalam satu bulan berkisar antara 700.000 hingga 800.000 pengemudi, yakni mereka yang menerima setidaknya satu order dalam bulan berjalan. Jumlah tersebut dapat berubah seiring kebutuhan, preferensi, dan tingkat partisipasi masing-masing individu.

“Seluruh mitra pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi yang berjumlah lebih dari 400 ribu menerima BHR sebagai bentuk penghargaan tulus atas kontribusi dan konsistensi mereka di platform kami,” ujar Neneng.

Grab menegaskan BHR merupakan bentuk apresiasi dan itikad baik perusahaan, di luar penghasilan yang telah diterima mitra melalui aktivitas di platform. Program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan relevansi, keberlanjutan, serta dampaknya bagi mitra dan ekosistem secara keseluruhan.

“Di balik jaket dan helm yang dikenakan mitra kami setiap hari, ada keluarga yang menjadi semangat mereka. Harapan kami sederhana: semoga dukungan ini dapat membantu menghadirkan Hari Raya yang lebih hangat dan penuh makna,” tutup Neneng.

Dalam konferensi pers 3 Maret 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah telah melakukan koordinasi lintas kementerian serta komunikasi intensif dengan seluruh perusahaan aplikator untuk memastikan BHR 2026 berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Secara nasional, program BHR tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 850 ribu lebih mitra pengemudi aktif dari seluruh aplikator.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 400 ribu mitra berasal dari ekosistem Grab, sejalan dengan skema berbasis produktivitas aktif di platform. Penegasan ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra, keberlanjutan usaha, serta stabilitas ekosistem ekonomi digital.

Sebelumnya, pada 27 Februari 2026, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa skema BHR perlu mempertimbangkan karakter fleksibilitas model kemitraan di sektor ekonomi digital.

“Jadi memang sesuai dengan tahun lalu tentu kita harus fair dan memahami kondisi fleksibilitas dari bisnis ini, maka BHR itu kan harus sesuai dengan keaktifan mereka (mitra pengemudi). Orang yang memang full (time) dengan orang yang part-time itu harusnya berbeda. Karena ini kan model bisnisnya berbeda dengan pekerja biasa,” ujar Yassierli. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya