Sabtu 26 Desember 2020, 18:05 WIB

Menunggu Dua Jam, Warga Kecewa Gagal Rapid Test Antigen Gratis

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Menunggu Dua Jam, Warga Kecewa Gagal Rapid Test Antigen Gratis

ANTARA/Fauzan
Petugas medis mendata calon penumpang yang mengikuti tes cepat antigen di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Jumat (25/12).

 

MUHAMMAD Fathoni, 51, gelisah. Ia berkali-kali mengecek ponselnya mencari klinik terdekat. Tujuan awal untuk rapid test antigen ternyata tidak berjalan mulus.

Ia ingin mencari lokasi lain setelah gagal tes di pos pengamanan depan Mal Ambasador, Kuningan, Jakarta Selatan. Pos pengamanan wilayah Polsek Metro Setiabudi, Jakarta Selatan, itu merupakan satu dari 10 tempat rapid test antigen yang disediakan Polres Jakarta Selatan.

Setelah menunggu dua jam sejak pukul 09.00 WIB, petugas medis baru menampakkan batang hidung pukul 11.00 WIB. Itu pun dengan alat rapid test antibodi.

"Sudah menunggu lama, kirain tes rapid antigen, tahunya rapid test antibodi. Saya cari tempat lain saja," kata Fathoni di lokasi, Sabtu (26/12).

Ia mengaku perlu rapid test antigen secepatnya, karena ia akan berangkat menuju Makassar pada Minggu (27/12) dini hari. Alhasil, ia harus mencari klinik lain yang melayani rapid test antigen dan mengeluarkan surat hasil tesnya sebagai syarat bepergian.

"Mau bagaimana? Tadinya saya berharap ada yang gratis. Ternyata tidak sesuai harapan," kata Fathoni dengan nada lesu.

Tak hanya Fathoni, warga lain, Agung Perkasa, 32, juga gusar ternyata hanya mendapat rapid test antibodi. Selain itu, warga Johar Baru, Jakarta Pusat, itu juga tak bisa mendapatkan hasilnya setelah tes. Ia harus menunggu tiga hari setelah dites.

Namun, Agung tetap mengikuti tes rapid antibodi, karena kepalang menunggu selama dua jam seperti Fathoni. "Ketimbang sia-sia menunggu," ujar Agung sambil tersenyum kecut.

Bukan hanya Agung dan Fathoni yang kecewa. Warga sekitar mulai memadati pos pengamanan itu di bawah fly over JLNT Kuningan sejak pukul 11.00 WIB. Belasan orang mulai mengisi daftar hadir dan mengisi kursi yang disedikan petugas Polsek Metro Setiabudi.

Namun, mereka tidak juga mendapatkan rapid test antigen. Alhasil, pilihannya dua yakni melanjutkan atau mencari tes di tempat lain.

Salah seorang polisi lalu menjelaskan setelah berkomunikasi dengan tim medis yang mengenakan rompi Dinas Kesehatan DKI Jakarta bahwa tidak ada rapid test antigen. Ia lantas memberi opsi bagi warga yang ingin rapid test antigen bisa ke Pos Pengamanan Taman Ayodya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Sepertinya masih ada, ya," kata polisi itu.

Media Indonesia mencoba datang sesuai dengan arahan polisi itu dan memang di Pos Pengamanan Taman Ayodya menggelar rapid test antigen. Namun, sayangnya, tes itu hanya memiliki kuota untuk 40 orang.

Salah seorang petugas mengatakan warga sudah antre sejak pukul 07.00 WIB untuk tes. Namun, banyak juga yang harus pulang dengan tangan hampa, karena tidak masuk kuota.

"Besok datang lagi aja. Tapi, lebih pagi lagi," kata salah seorang petugas.
(OL-14)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hendra N

Anies Umumkan Kebijakan Bebas PBB bagi Rumah di Bawah Rp2 M

👤Theoilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 10:08 WIB
“Maka 85% warga dan bangunan di Jakarta tidak terkena PBB. Di tempat ini yang nilainya di atas Rp2 miliar mereka masih terkena PBB....
Dok. Labscholl Jakarta

Wagub DKI Jakarta Lepas Lari Lintas Juang SMA Labschool Jakarta Peringati HUT RI ke-77

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 21:30 WIB
Rangkaian Lalinju diawali kegiatan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta dilakukan para siswa khususnya pengurus OSIS...
Antara

Update 17 Agustus: DKI Jakarta Laporkan 2.404 Kasus Covid-19 Hari Ini

👤MGN 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 19:05 WIB
Hari ini, Rabu (17/8) sebanyak 2.404 kasus dari 5.253 kasus covid-19 nasional ditemukan di DKI...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya