Rabu 09 Desember 2020, 10:40 WIB

Libur Natal dan Akhir Tahun, DKI Perlu Batasi Mobilitas

Hilda Julaika | Megapolitan
Libur Natal dan Akhir Tahun, DKI Perlu Batasi Mobilitas

ANTARA/RAISAN AL FARISI
Penumpang bus tujuan Jakarta menunggu keberangkatan di terminal bayangan Gerbang Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11)

 

EPIDEMIOLOG Dicky Budiman mengingatkan Jakarta untuk melakukan pembatasan orang. Apalagi pada Desember ini ada momen Natal dan libur akhir tahun yang rawan memicu kerumunan. Dicky menyarankan Pemprov DKI menyarankan adanya regulasi untuk membatasi dua hal, pertama pembatasan mobilitas manusia dan interaksi manusia.

“Untuk libur akhir tahun, harus ada regulasi yang membatasi dua hal. Mobilitas manusianya dan interaksi manusia. Harus ada aturan yang membatasi orang bisa keluar masuk daerah juga. Semua sektor harus mendukung itu,” saran Dicky yang disampaikan ke Media Indonesia, Rabu (9/12).

Baca juga: Kemendagri Rampungkan Evaluasi APBD Perubahan DKI Tahun 2020

Menurut Dicky, jika tidak dilakukan pembatasan ini maka akan mendorong terciptanya pemburukan kasus covid-19. Hal ini bisa menyulitkan pengendalian covid-19 khususnya di Ibu Kota.

Khusus untu ibadah Natal, Dicky menilai ibadah di gereja bisa dilakukan dengan pembatasan. Seperti melakukan pembatasan jumlah kapasitas, hingga pengaturan waktu untuk para jemaat. Hal ini perlu segera disiapkan dari sekarang oleh para gereja di Jakarta.

“Untuk kalangan nasrani bisa juga beribadah di gereja. Kalau memang sudah ada pelonggaran untuk ibadah di masjid dll dgn adanya pembatasan kapasitas. Tentu harus diberikan hal yang sama untuk umat nasrani. Dengan pembatsan juga supaya semua mengikuti,” paparnya.

Anggota DPRD DKI Fraksi PDI-P Gilbert SImanjuntak mengimbau gereja-gereja di Jakarta untuk menerapkan protokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan yang ketat selama ibadah perlu dilakukan guna mengurangi potensi penyebaran covid-19.

Gilbert menyarankan gereja-gereja mengikuti instruksi Pemprov DKI terkait dengan kerumunan. Sehingga perlu ada pembatasan jemaat yang hadir dan aturan dasar lainnya.

“Saya mengimbau agar menuruti instruksi Pemprov DKI soal kerumunan. Di mana dibatasi jumlah yang hadir dan tertib dengan protokol kesehatan. Agar memberi contoh yang baik, dapat mengurangi beban Pemprov DKI,” kata Gilbert saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (4/12)

Baca Juga

Antara

Wisma Atlet Kemayoran Rawat 173 Pasien Covid-19

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 21:40 WIB
Yoga memerinci pasien terpapar covid-19 terdiri dari 67 pria dan 106...
Ist

Holding BUMN Farmasi Turut Meriahkan Jakarta Fair 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:58 WIB
Kemenkes juga turut mengajak Holding BUMN Farmasi (Biofarma, Kimia Farma, Indofarma) untuk memeriahkan event tahunan Ulang Tahun Kota...
dok.ist

Dedy Irsan Resmi Kepala Ombudsman RI Jakarta Raya 2022-2027

👤 Selamat Saragih 🕔Minggu 03 Juli 2022, 19:49 WIB
Plt Ombudsman Jakarta Raya Dedy Irsan dilantik menjadi Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya periode...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya