Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI telah mengantongi satu akun media sosial yang menyebarkan video syur mirip artis Gisella Anastasia atau Gisel secara masif. Sebelumnya, polisi telah menahan dua tersangka yang menyebarkan video asusila itu, karena menyebarkan secara masif di Twitter.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan satu akun ini telah didalami oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus dan diduga menyebarkan lebih masif dari dua tersangka yang diamankan sebelumnya.
"Ada satu akun sekarang ini, masih didalami oleh penyidik Siber Dirkrimsus Polda Metro Jaya. Sepertinya satu akun ini lebih masif lagi menyebarkan," kata Yusri, ketika ditemui di kantornya, Senin (16/11).
Yusri mengatakan pihaknya kini masih mengejar pihak yang menyebarkan secara masif video asusila itu. Setelah itu, pihaknya akan mengejar penyebar pertama dan memastikan siapa pembuat video, serta memastikan orang yang ada dalam video itu.
"Kita di sini masih mengejar penyebar masifnya, sambil berjalan kita mencari tahu siapa penyebar pertamanya," kata Yusri.
Lebih lanjut, Yusri mengatakan pihaknya telah memeriksa saksi ahli dari IT untuk mencari titik terang video asusila itu. Ia mengatakan besok juga akan memanggil Gisel sebagai saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mantan istri aktor Gading Marten itu diperiksa pada Selasa (17/11) besok di Polda Metro Jaya.
"Jadi G diapnggil dulu, sebagai saksi terhadap tersangka yang sudah kita amankan. Siapa yang dua diamankan ini? Dia adalah akun yang masif menyebarkan," kata Yusri.
Sebelumnya, video asusila mirip Gisel berdurasi 19 detik beredar di media sosial pada Sabtu (7/11). Nama Gisel kemudian menjadi trending topic di Twitter imbas video itu. Gisel sendiri telah memberikan komentar dan mengaku wanita di video itu bukan dirinya.
Polisi kemudian menaikkan kasus video asusila itu ke tahap penyidikan, karena memuat unsur pidana. Polisi menyebut adanya pelanggaran Pasal 27 ayat 1 junto pasal 45 di UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Lalu, Pasal 8 juncto di pasal 38 UU nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. (OL-4)
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Tindakan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam melindungi perempuan, anak-anak, dan seluruh elemen masyarakat dari risiko kejahatan digital.
Komdigi menyebut Grok AI belum memiliki sistem moderasi atau pengaturan eksplisit untuk mencegah produksi pornografi berbasis foto nyata.
Keempatnya dipulangkan paksa ke negara asalnya masing-masing setelah terbukti menyalahgunakan izin tinggal dan melanggar aturan lalu lintas
Isu pornografi sering dikaitkan dengan keretakan rumah tangga. Namun, apakah benar pornografi secara langsung mengancam keharmonisan pernikahan?
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sebuah studio yang disebut kerap digunakan untuk membuat konten dewasa.
Bermula dari medium ekspresi sederhana, SnackVideo kini berkembang menjadi kekuatan yang mendorong dampak sosial nyata bagi komunitas di berbagai daerah.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Keindahan bunyi gamelan terjalin akibat kerja sama erat antarpemain, yang juga mencerminkan filosofi ‘menyama braya’ atau rasa persaudaraan masyarakat Bali.
Data terbaru menunjukkan, total waktu menonton di YouTube tumbuh hingga 20% dalam setahun terakhir, sementara waktu menonton konten bertema belanja melonjak hingga 400%.
Jika biasanya lagu-lagu Riani Sovana dibalut aransemen sinematik yang megah, pada versi live session ini ia justru memilih format minimalis.
TikTok mencatat lebih dari 460 juta pengguna di Asia Tenggara dan menegaskan komitmennya mendorong pertumbuhan ekonomi digital di kawasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved