Rabu 28 Oktober 2020, 16:16 WIB

Satu Spesialis Curanmor di Jakarta Timur, Tewas Ditembak

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Satu Spesialis Curanmor di Jakarta Timur, Tewas Ditembak

Ilustrasi
Curanmor

 

POLISI tangkap empat orang yang merupakan kelompok spesialis pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi wilayah Jakarta Timur.

Keempat pelaku tersebut berinisial MS (20), FY (21), RE (27), serta T (35). Keempatnya diamankan di daerah Cileungsi, Bogor pada Senin (26/10).

Dari empat pelaku curanmor itu, MS tewas ditembak polisi karena mencoba melawan petugas. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan MS memiliki senjata api dan bisa membayakan petugas. Maka dari itu, polisi melepaskan timah panas untuk membekuk pelaku.

"Untuk menghindari bahaya bagi diri petugas sendiri, sehingga melakukan tindakan tegas dan terukur kepada terhadap pelaku MS pada saat itu tertembak. Pada saat dikirimkan ke rumah sakit di tengah jalan yang bersangkutan meninggal dunia," kata Yusri, ketika konferensi pers, Rabu (28/10).

Baca juga : Tujuh Tersangka Kebakaran Kejagung tidak Ditahan

Yusri menjelaskan tugas masing-masing pelaku, yakni MS sebagai pemetik sepeda motor, FY sebagai joki dan mengawasi lokasi yang menjadi target, RE selaku pemetik dan penunjuk arah. Sementara T sebagai penadah dan menyeberangkan sepeda motor untuk dibawa ke Lampung.

Yusri mengatakan modus operandi para pelaku adalah patroli sambil melihat target motor yang diparkir di tempat sepi. Setelah kondisi dirasa aman, pelaku langsung menggasak motor itu.

Yusri mengatakan dari keterangannya, pelaku telah melancarkan aksinya sebanyak tujuh kali. Namun, pihaknya terus mendalami apakah ada korban lain.

Selain itu, pihaknya juga mendalami asal senjata api yang dimiliki tersangka.

"Kelompok ini tidak segan-segan melukai korban, bahkan kelompok ini bawa senjata api saat bereaksi. Kita temukan satu senjata api ilegal. Kami masih mendalami senjata api ini dia beli di mana karena memang senjata ini senjata api rakitan," ungkap Yusri.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 dengan ancaman 6 tahun penjara, serta UU Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.(OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Polisi Tangkap Penipu dan Pemalsu Sertifikat Tanah Rp6 Miliar

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 03 Desember 2020, 21:15 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Tubagus Hidayat menjelaskan modus operandi para pelaku yakni membujuk korban untuk meminjamkan...
Ist

Relief Bandara, Komitmen PPK Kemayoran Rawat Jejak Sejarah

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 03 Desember 2020, 20:10 WIB
Di era modern, arsitektur dan dekorasi sebuah ruang tunggu bandara banyak dihias dengan lukisan maupun gambar yang memperlihatkan keindahan...
MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Usulan Kenaikan Anggaran Gaji DPRD DKI Lukai Hati Publik

👤Sri Utami 🕔Kamis 03 Desember 2020, 19:32 WIB
Rencana tersebut mencerminkan minimnya kepedulian wakil rakyat terhadap situasi dan kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit di tengah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya