Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DKI Jakarta telah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II selama 4 hari. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan memberikan bantuan sosial (bansos) berupa sembako yang sesuai timeline akan diberikan hingga Desember 2020 ini.
Namun, Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute M Rifki Fadilah menilai masyarakat DKI saat ini lebih membutuhkan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pemberian jaminan sosial yang sesuai kebutuhan masyarakat ini akan membuat kebijakan PSBB menjadi lebih efektif.
“Saya juga perlu menekankan pemberian BLT di tengah krisis ini jauh lebih dibutuhkan masyarakat ketimbang bantuan perlindungan sosial lainnya, misalnya sembako,” kata Rifki kepada Media Indonesia, Kamis (17/9).
Baca juga: Trans-Jakarta Kurangi Jam Operasional Secara Bertahap
Ada beberapa alasan yang menyebabkan BLT sangat perlu dijadikan alat perlindungan sosial bagi warga DKI. Pertama, secara behavioral, masyarakat cenderung merasa lebih aman ketika mereka memegang uang dalam bentuk cash/tunai. Hal itu disebabkan uang tunai bersifat likuid sehingga masyarakat memiliki kebebasan mengalokasikan untuk apa uang tersebut digunakan.
Kedua, kurang lebih sudah lima bulan masyarakat mendapat bantuan sembako yang cukup banyak, meski perlu banyak evaluasi juga. Namun, di masyarakat, kini, bentuk bantuan bansos berupa sembako menjadi kurang bermakna lagi, lihat misalnya, kini banyak warga yang akhirnya menjual kembali sembako yang mereka dapatkan.
“Mengapa demikian? Hal ini disebabkan masyarakat merasa overestimate sembako yang diberikan pemerintah bulan kemarin masih mencukupi untuk beberapa waktu ke depan,” imbuhnya.
Akibatnya, terjadi penumpukkan stok sembako di masyarakat. Sementara itu, kebutuhan seperti bayar listrik, membayar kontrakan, membayar kebutuhan dapur, anak sekolah, dan lainnya belum terpenuhi. Oleh sebab itu, masyarakat saat ini lebih membutuhkan bantuan berupa dana tunai ketimbang sembako.
Ketiga, secara ekonomi, dengan bantuan langsung tunai, masyarakat akan memiliki kemampuan daya beli dengan dana likuid di tangannya. Dengan begitu, hal ini akan mendorong konsumsi dari masyarakat yang pada akhirnya akan membawa dorongan kepada perbaikan demand masyarakat dan mendorong perekonomian dalam jangka pendek melalui jalur demand/consumption tadi. (OL-1)
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved