Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN menarik rem darurat dengan memberlakukan lagi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total yang kembali diterapkan pada 14 September membuat kalangan pelaku industri kreatif dan pedagang sedih.
Salah satunya Rival Soebandri, 26. Rival merupakan drumer STYF yang menjadi pengiring musik di acara pernikahan, event, dan kafe di Jakarta. Ia terpaksa mencari pekerjaan lain menjadi salesman di sebuah perusahaan properti. Ia mengaku tak ada pilihan lain setelah berhenti manggung sejak enam bulan terakhir.
“Dari PSBB awal dan kafe ditutup dan event musik tidak ada, memang semuanya sedih dan tidak pemasukan. Teman saya bahkan menjual
alat musiknya demi bertahan hidup,” kata Rival di Jakarta, kemarin.
Rival mengaku sempat ada angin segar ketika kafe mulai dibuka dan adanya peluang untuk kembali manggung. Namun, ketika mendengar adanya keputusan PSBB total, band-nya mengurungkan niat mencari uang lewat bermusik. “Pas tahu ada PSBB total lagi, semua pada kecewa juga. Tapi, ya, mau bagaimana lagi?” kata Rival.
Di sisi lain, pemilik kedai kopi Kotaci, Maulida Rahmi, 26, merasakan dampak setelah keputusan itu dikeluarkan Anies.
Rahmi, yang baru membuka kedai kopinya di Pasar Santa, Jakarta Selatan, sejak lima bulan terakhir harus pasrah keadaan di kedainya sepi pengunjung. Menurutnya, saat pemberlakuan PSBB transisi saja kedainya masih sepi pengunjung. Jika diberlakukan PSBB total, berarti tidak ada pengunjung yang datang ke kedainya.
“Jujur saya kaget juga ketika Pak Anies mengumumkan PSSB total. Sedih juga, di saat transisi kemarin saja kedai sepi, bagaimana kalau benar- benar PSBB total,” kata Rahmi.
Rahmi kini memutar otak dan mencari alternatif lain agar dagangannya laku dan usahanya tak berhenti di tengah jalan. “Paling tidak untuk operasional kedai dan makan saja sudah cukup,” ujarnya.
Selain kedai kopi, Rahmi memiliki studio tato yang bersebelahan dengan kedai kopinya. Ia mengaku beberapa hari terakhir sudah mulai banyak yang datang ke studionya. “Pas transisi, sudah mulai banyak konsumen. Kalau nanti PSBB total, kita masih belum tahu apakah boleh buka atau tidak,” katanya
Sementara itu, Hanif Barlau, 28, pedagang di Pasar Tanah Abang, mengaku sejauh ini aktivitas di pasar Tanah Abang mulai menggeliat, pengunjung kembali ramai, dan omzet mulai meningkat.
“Dagangan masih laris meski enggak sebanyak yang dulu. Semua pedagang juga merasakan hal yang sama,” kata Hanif.
Namun, ia khawatir saat PSBB total, Pasar Tanah Abang akan kembali tutup seperti pada Maret hingga Juli lalu. (Rahmatul Fajri/J-1)
FCU terlibat langsung dalam proses pengembangan bisnis para partner, mulai dari perumusan strategi, positioning merek, hingga kesiapan menghadapi klien berskala besar.
BEAST 2025 mempertemukan perusahaan kreatif lokal dengan perusahaan internasional guna membuka potensi kerja sama bisnis dan kolaborasi studio lintas negara.
Kemenekraf memperkuat jejaring industri kreatif Indonesia ke pasar global melalui JAFF Market 2025. Acara ini menghadirkan 10 IP unggulan serta membuka peluang investasi
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti potensi besar generasi muda Tanah Datar yang tampil memukau dalam rangkaian acara tersebut.
Dengan mengusung tema 'Feel The Art, Hold The Expression, and Live The Creation, Foom dan Never Too Lavish juga memperkenalkan kolaborasi produk edisi khusus, Lavish Silver.
Pembahasan RUU Hak Cipta di Badan Legislasi (Baleg) DPR membuka kembali kebutuhan mendesak akan membuka regulasi yang lebih adil bagi pelaku industri kreatif.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved