Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN industri kreatif yang dinamis semakin mendorong brand untuk berinovasi serta menghadirkan pengalaman baru bagi konsumennya, utamanya pada pergeseran tren konsumen muda sekarang yang bergerak ke arah experience-first, yakni pelanggan mencari pengalaman autentik dan ruang untuk mengekspresikan diri.
Menangkap momentum tersebut, dua brand lokal asal Indonesia, Foom dan Never Too Lavish (NTL), membuat kolaborasi pertama mereka. Melalui kolaborasi ini, Never Too Lavish menyalurkan emosi lewat permainan warna yang dinamis, sementara Foom menghadirkan pengalaman rasa yang membangun momen personal. Bersama, keduanya menciptakan ruang bagi ekspresi diri yang bebas dan penuh makna.
Dengan mengusung tema 'Feel The Art, Hold The Expression, and Live The Creation, Foom dan Never Too Lavish juga memperkenalkan kolaborasi produk edisi khusus, Lavish Silver.
"Karya ini menjadi simbol ekspresi berani, menggabungkan karakter artistik dan detail presisi khas Never Too Lavish dengan elemen modern dan elegan dari Foom," ujar Taqi Makarim, Brand & Creative Lead Foom, dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (24/11).
Tidak hanya sebatas produk, kolaborasi ini juga diwujudkan dalam sentuhan instalasi seni mural artistik oleh Never Too Lavish yang menghiasi fasad depan gedung Foom Experience Store Panglima Polim, serta area interior.
Kolaborasi FOOM dan Never Too Lavish menjadi bagian utama dalam momen relaunch Foom Space yang turut dimeriahkan oleh sekitar 50 anggota Foom Community. Terletak di lantai 2 Foom Experience Store Panglima Polim, Foom Space dirancang sebagai ruang sosial dan terbuka bagi generasi muda saat ini.
Lebih dari sekadar tempat bersantai, Foom Space dirancang untuk menjadi katalisator ide dan kolaborasi baik bagi pengguna Foom maupun komunitas pelaku kreatif yang ingin mengekspresikan diri secara bebas dan bertanggung jawab.
Selain itu, acara ini juga diisi dengan interactive mini games seperti board games, jenga, dan giant cards yang dirancang untuk mempererat interaksi antaranggota komunitas, sekaligus mencerminkan semangat Foom Space sebagai ruang kolaboratif dan kreatif.
"Foom Space kami hadir bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi sebagai ruang ekspresi dan kolaborasi kreatif. Kami percaya bahwa generasi muda membutuhkan ruang untuk berani bereksperimen, berbagi ide, dan menciptakan karya yang bermakna," kata Taqi.
"Melalui Foom Space, kami ingin membangun komunitas yang tidak hanya menikmati produk Foom, tetapi juga tumbuh bersama dalam semangat inovasi dan tanggung jawab," tutupnya. (Fal/E-1)
BEAST 2025 mempertemukan perusahaan kreatif lokal dengan perusahaan internasional guna membuka potensi kerja sama bisnis dan kolaborasi studio lintas negara.
Kemenekraf memperkuat jejaring industri kreatif Indonesia ke pasar global melalui JAFF Market 2025. Acara ini menghadirkan 10 IP unggulan serta membuka peluang investasi
Menteri Ekraf Teuku Riefky juga menyoroti potensi besar generasi muda Tanah Datar yang tampil memukau dalam rangkaian acara tersebut.
Pembahasan RUU Hak Cipta di Badan Legislasi (Baleg) DPR membuka kembali kebutuhan mendesak akan membuka regulasi yang lebih adil bagi pelaku industri kreatif.
Setelah sukses membuka rangkaian perjalanannya di Makassar, Soundrenaline 2025 kini siap mengguncang Kota Medan pada 22 November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved