Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Anies belum Mau Tarik Rem Darurat

Cindy Ang
17/8/2020 09:41
Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Anies belum Mau Tarik Rem Darurat
Pengendara melintas di depan mural bertema covid-19 di Tebet, Jakarta.(MI/ANDRI WIDIYANTO)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan belum memutuskan menerapkan kebijakan rem darurat (emergency break) meski penambahan kasus positif covid-19 di DKI Jakarta telah menyentuh angka 500 kasus per hari.

"Mengenai emergency break, kita pantau hari-hari ke depan," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

Anies mengakui persentase positif covid-19 (positivity rate) Jakarta masih tinggi. Selama sepekan terakhir, positivity rate DKI Jakarta sebesar 8,9%.

Sedangkan positivity rate secara nasional sebesar 15,5%. Angka ini melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 5%.

Baca juga: Anies: Covid-19 Musuh tidak Terlihat, Ada di Semua Penjuru

Menurut dia, ambang batas disebut berbahaya bila positivity rate berada di atas 10%. Sementara positivity rate di bawah 5% dinyatakan aman.

"Kita di Jakarta selama tiga minggu ini bergerak (naik) terus dari 4,5% sampai sekarang 8,9%," ungkapnya.

Anies menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah serius menangani covid-19 dengan terus meningkatkan kapasitas tes. Jumlah warga DKI yang dites sudah melebihi empat kali standar minimal WHO.

"Apabila di luar banyak orang yang terpapar tapi hanya sedikit yang dites maka wabah akan terus melebar, justru kita harus lebih agresif," ujar Anies.

Dia mengimbau masyarakat tidak jenuh mematuhi protokol kesehatan baik penggunaan masker, cuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak minimal satu meter. Warga yang memiliki keluhan gejala covid-19 juga diminta melapor. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya