Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMPIR dua minggu sejak jenazahnya ditemukan, namun kasus kematian news video editor Metro TV Yodi Prabowo, 25, belum juga terungkap. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyebut polisi belum menangkap orang yang diduga melakukan aksi sadis itu.
Ia pun menolak berkomentar soal perkembangan penanganan kasus kematian Yodi, seperti dugaan korban bunuh diri atau persoalan asmara.
"Nah saya tidak mengambil kesimpulan sekarang, makanya nanti dalam waktu dekat, satu, dua hari ini saya akan umumkan hasil penyelidikan dari semua sisi. Supaya tidak mengulang fakta yang kita dapatkan," kata Tubagus di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (23/7).
Baca juga: Editor Metro TV Diduga Dibunuh di Tempat Berbeda
Secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut. Penyidik, kata Yusri, sudah datang ke TKP untuk menyinkronkan dari keterangan saksi yang sampai saat ini berjumlah 34 orang.
Beberapa orang saksi, lanjut Yusri, dilakukan pemeriksaan ulang untuk dapat melengkapi berkas perkara dan petunjuk oleh penyidik. Dari hasil penyelidikan sejauh ini, Yusri menyampaikan bahwa tidak ada luka lebam akibat kekerasan yang ditemukan dari jenazah Yodi.
"Yang di belakang itu adalah lebam saja karena jasad korban hampir lebih tiga hari di TKP," jelas Yusri.
Selain itu, Yusri mengatakan pihaknya masih mendalami lagi pisau yang ditemukan di lokasi kejadian. Kemarin, Yusri mengatakan berdasarkan hasil laboratorium forensik, polisi menemukan sidik jari dan DNA milik Yodi.
"Saya sudah sampaikan kemarin, sementara ini belum ditemukan sidik jari yang lain. Yang ada adalah sidik jari yang bersangkutan, dan juga DNA yang bersangkutan atau korban. Tetepi ini masih kita dalami lagi," pungkas Yusri.
Baca juga: Warga Curigai Danau Dekat Lokasi Terbunuhnya Editor Metro TV
Jenazah Yodi ditemukan pada Jumat (10/7) siang di pinggir Tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Di tubuh Yodi, polisi menemukan luka tusuk di bagian dada dan leher. Polisi juga menemukan sebilah pisau, dompet, KTP, NPWP, ATM Mandiri, tiga STNK, uang tunai Rp40 ribu, helm, jaket, dan tas selempang di TKP.
Pihak Metro TV meminta polisi untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. Hal itu disampaikan oleh News Director Metro TV Arief Suditomo.
"Kami memohon kepada pihak kepolisian utnuk segera menuntaskan penyidikan sehingga kami dapat menemukan titik terang atas kejadian ini," ujar Arief.
Yodi bergabung bersama Metro TV sejak 15 Desember 2015. Yodi merupakan video editor di redaksi dan terakhir bertugas pada Selasa (7/7) pukul 15.000-22:27 WIB. (J-3)
Polres Metro Bekasi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus kematian seorang mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di wilayah Cikarang Utara.
Polisi ungkap motif pembunuhan ZA di eks Kampung Gajah Bandung Barat. Tersangka YA diduga posesif dan sakit hati karena korban ingin mengakhiri pertemanan.
Terungkap motif pembunuhan siswa SMP di eks Kampung Gajah. Pelaku sakit hati diputus pertemanan, tusuk korban 8 kali, dan buat alibi palsu diculik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini telah direncanakan secara matang.
KEPOLISIAN Sektor Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perang kelompok yang merenggut nyawa seorang warga saat berusaha melerai.
JURNALIS Metro TV di Bulukumba, Ifa Musdalifah, harus berhadapan dengan ancaman digital usai menjalankan tugasnya meliput demonstrasi di Kantor DPRD Bulukumba, Rabu (4/2).
DIREKTUR Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan pentingnya penguatan publikasi kerja-kerja penyediaan air bersih di Jakarta.
Mengusung tema Journey With Empathy, Metro TV menempatkan empati sebagai fondasi jurnalisme yang ingin terus dijaga dalam setiap langkah ke depan.
Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Aries Fadhilah secara simbolis menyerahkan paket bantuan di tiga yayasan sekitar Kantor Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (19/3)
Adapun paket seragam terdiri baju sekolah, baju pramuka, celana atau rok, sepatu, tas, dan peralatan keperluan sekolah lainnya dengan kisaran harga Rp1,2 juta per paket.
Rektor universitas berkontribusi nyata sebagai motor penggerak utama prestasi dan inovasi lembaga pendidikan yang dipimpinnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved