Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Klepon Tidak Islami? Ini Filosofinya yang Artinya Mendalam

Suryani Wandari Putri Pertiwi
23/7/2020 12:15
Klepon Tidak Islami? Ini Filosofinya yang Artinya Mendalam
Klepon (hijau)(Dok. MI)

Klepon sedang naik daun sampai menjadi perbincangan warga net dengan tanda pagar #klepon. Pemicunya karena beredarnya poster yang menyebut kue klepon tidak Islami.

Kudapan berbentuk bulat ini berisi gula aren dan diselimuti parutan kelapa. Ternyata klepon memiliki makna tersendiri bagi orang Jawa.

Sebagaimana kita tahu, orang jaman dahulu selalu memberikan pasemon atau arti yang mendalam dalam setiap hal, tak luput dalam hal makanan.

Baca juga: Hhmm.. Klepon Tidak Islami, Inilah Komentar Sejumlah Tokoh

Sejak jaman dahulu, orang Jawa percaya klepon adalah singkatan dari kanti lelaku pasti ono yang artinya Dengan laku 'prihatin' pasti ada jalan keluar.

"Ini yang berkembang di masyarakat. Aku enggak tahu, tapi kalo dihubung-hubungkan sih, make sense saja," kata pakar kuliner, Novia Soewitomo, Rabu (22/7).

Orang Jawa, lanjutnya, mengartikan klepon sebagai lambang kelembutan, ketepatan, kesabaran, keuletan serta ketelitian sebab kombinasi bahan klepon harus tepat. Tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

Kualitas klepon juga ditentukan oleh setiap komposisi bahan dasar yang dipilih. Artinya, kata Novia, kalau mau lelaku tidak boleh asal, ada syarat dan ketentuannya.

Tak hanya itu, cara makan klepon pun berbeda. Mulut harus 'mingkem' atau tertutup rapat yang bermakna untuk menjaga bicara.

Tujuan menutup mulut saat makan klepon juga agar bisa merasakan manisnya gula aren yang tersembunyi di dalam klepon. Ini juga bermakna untuk menemukan makna hidup. Diamlah. Rasakan ke dalam dirimu. Anda akan menemukan solusinya di dalam diri. (OL-14)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bude
Berita Lainnya