Selasa 21 Juli 2020, 15:51 WIB

BP2MI Laporkan Agen Pekerja Migran Ilegal ke Bareskrim

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
 BP2MI Laporkan Agen Pekerja Migran Ilegal ke Bareskrim

ANTARA/AGUS SETIAWAN
Petugas dari Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mendata para pekerja migran yang hendak dipulangkan ke Kota Tanjungbalai Provinsi Sumatra Utara.

 

BADAN Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyerahkan berkas penanganan kasus pemberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) non-prosedural ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menuturkan kasus tersebut diserahkan pihaknya setelah menangkap 19 orang PMI yang akan diberangkatkan secara ilegal. Ke-19 orang tersebut berhasil diamankan di salah satu Apartemen di Bogor, pada Jumat (17/7).

"Kami lakukan evakuasi dan dibawalah 19 calon PMI ini ke kantor BP2MI dan kami lakukan pemeriksaan terhadap mereka yang diduga sebagai korban,” ucap Benny, di Mabes Polri, Selasa (21/7). 

Benny menjelaskan bahwa 19 PMI tersebut harus membayar Rp25 juta supaya dapat berangkat ke Thailand meski tidak sesuai prosedur. Uang tersebut sebagai biaya proses pemberangkatan.

Temuan itu diduga tindak pidana lantaran ditemukan kontrak kerja yang hanya berlaku selama tiga bulan.

"Penempatan kerjanya hanya berlaku untuk tiga bulan, Juli sampai dengan September. Padahal penempatan kerja itu minimal dua tahun," ucap Benny.

“Penangkapan belasan orang tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang diterima BP2MI dari masyarakat terkait adanya kegiatan pemberangkatan PMI dari dua perusahaan tak berizin,” paparnya.

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Tersangka Kasus ABK yang Tewas di Freezer

Kedua perusahaan tersebut, yakni PT Duta Buana Bahari yang memiliki izin sebagai lembaga pelatihan keterampilan (LPK). Sementara PT Nadies Citra Mandiri yang memiliki izin sebagai perusahaan travel.

Benny menuturkan bahwa kedua perusahaan tidak memiliki izin untuk melakukan perekriutan dan penempatan pekerja migran Indonesia.

Kedua perusahaan juga sengaja untuk memundurkan jadwal keberangkatan pekerja migran. Tujuannya untuk menghindari kecurigaan aparat penegak hukum mengenai pengiriman PMI ilegal.  

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua perusahaan itu sudah tiga kali memindahkan lokasi penampungan para PMI selama menunggu waktu keberangkatan.

Penyidik Bareskrim Polri pun akan meneliti berkas kasus yang diserahkan oleh BP2MI itu untuk menemukan unsur tindak pidana.

“Akan dipelajari dan apabila memenuhi unsurtindak pidana akan ditindaklanjuti sampai ke pengungkapan jaringan-jaringannya,” tutur Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Selasa (21/7). (A-2)

Baca Juga

Antara/Muhammad Iqbal

Sepekan PPKM, 1.033 Orang Ditindak Karena tak Pakai Masker

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 19 Januari 2021, 01:01 WIB
Selama sepekan PPKM, hingga 17 Januari tercatat sebanyak 1.033 orang ditindak karena tidak memakai...
Instagram @ANYAGERALDINE

Polda Metro: Tidak ada Pelanggaran Prokes Kasus Raffi Ahmad

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 22:06 WIB
Polda Metro Jaya menyebut tidak ada pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara ulang tahun Ricardo Gelael yang dihadiri Raffi...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Ketua DPRD: Sekda DKI Baru Punya Tantangan Besar di Masa Pandemi

👤Hilda Julaika 🕔Senin 18 Januari 2021, 21:30 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta diharapkan dapat membangun jalinan komunikasi antareksekutif dengan legislatif yang sudah baik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya