Jumat 17 Juli 2020, 19:21 WIB

Survei : Warga Jakarta Paling Banyak Menonton TV Saat WFH

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Survei : Warga Jakarta Paling Banyak Menonton TV Saat WFH

Ilustrasi
Ilustrasi menonton TV

 

SURVEI yang dilakukan Nielsen Media mencatat selama kebijakan tinggal atau bekerja di rumah atau work from home, warga Jakarta paling banyak menonton televisi (TV). Hal itu disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Yuliandre Darwis.

Andre, sapaan akrabnya, menyebut di Jakarta kepemirsaan di segmen menonton TV mencapai rating tertinggi yaitu 16 %. Yang menjadi menarik, katanya, meski angka penonton naik tapi iklan justru sepi.

“Iya benar, data itu dari Nielsen dari 11 kota yang diriset," ungkapnya saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat (17/7).

Di tengah pandemi covid-19, televisi dianggap pantas menjadi sumber informasi terdepan, berkualitas dan terpercaya.  Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI tahun 2019, jumlah stasiun televisi di Indonesia sebanyak 1.106.

Angka itu, kata Andre, membuktikan bahwa TV sebagai media mainstream masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Selain minat masyarakat pada televisi, media ini juga didukung adanya regulasi yang menaungi.

Baca juga ; Marak Pelanggaran PSBB Transisi, Denda Terkumpul Rp 1,3 Miliar

“Jangkauan sinyal internet yang tidak merata, membuat informasi lewat elektronik masih belum bisa mengalahkan eksistensi televisi di masyarakat,” jelas Andre.

Presiden OIC Broadcasting Regulatory Authorities Forum (IBRAF) Periode 2017-2018 ini menuturkan, KPI Pusat telah mengeluarkan imbauan untuk seluruh lembaga penyiaran terkait evaluasi muatan isi siaran selama masa pandemi Covid-19.

Ada beberapa imbauan yang disampaikan KPI Pusat dalam surat imbauan bernomor 183/K/KPI/31.2/03/2020 diantaranya komitmen lembaga penyiaran untuk lebih masif menyampaikan informasi pencegahan dan penanggulangan cobid-19 terutama tindakan social/physical distancing di setiap program yang disiarkan atau setiap jam sekali. 

Lalu KPI diminta memperhatikan ketersediaan program bagi anak pada pukul 05.00 hingga pukul 18.00 WIB dengan perkembangan psikologis anak-anak dan remaja.

Lalu selektif memilih materi tayangan agar tidak menstimulasi anak melakukan tindakan yang tidak semestinya ditiru atau dianggap lazim/lumrah seperti diberitakan akhir-akhir ini yaitu menikah pada usia muda, eksploitasi pernikahan dini, pengungkapan konflik rumah tangga, dan sebagainya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/facebook/robybyanant/Dewa

Atap Tribun Sirkuit Formula E Jakarta yang Ambruk Bagian Grandstand

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:56 WIB
Menurut Sahroni, atap yang ambruk hanya ada satu atap untuk kategori panggung penonton kategori...
DOK MI.

Terduga Penabrak Wartawan Elshinta Eddy Suroso Terindentifikasi

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 13:46 WIB
Rencananya, penyidik juga akan menjadwalkan pemeriksaan kepada pelapor dalam waktu dekat...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Akibat Hujan Deras, Tujuh Titik di Tangsel Terkepung Banjir

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 11:16 WIB
Sejak Jumat malam (27/5) hujan deras mengguyur wilayah Tangerang Selatan ( Tangsel), Banten mengakibatkan sejumlah titik mengalami banjir...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya