Rabu 08 Juli 2020, 09:22 WIB

DPRD Ancam Batalkan Reklamasi Ancol, Ini Alasannya

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
DPRD Ancam Batalkan Reklamasi Ancol, Ini Alasannya

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pekerja menggunakan alat berat menggarap proyek reklamasi Ancol di Jakarta, Sabtu (4/7).

 

IZIN reklamasi Ancol yang diberikan Gubernur Anies Baswedan menuai polemik. DPRD DKI mengancam proyek tersebut bisa dibatalkan.

Kepala Badan Pembentukan Peraturan Darah (Bapemperda) DPRD DKI Pantas Nainggolan mengungkapkan reklamasi Ancol dilarang jika tidak masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) DKI Jakarta.

"Seyogyanya, reklamasi Ancol harus masuk dalam bagian RTRW dan RDTR. Kalau tidak masuk, berarti (reklamasi Ancol) enggak boleh. Saya sama sekali belum tahu apakah ada reklamasi Ancol di dalam RTRW dan RDTR itu," ungkap Pantas saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).

Baca juga: Pendukung Anies Tolak Isu Agama Dibalik Penolakan Reklamasi Ancol

Pantas menegaskan pihaknya sama sekali belum membahas reklamasi Ancol dalam Badan dan Pembentukan Peraturan Darah DPRD DKI. Artinya, Gubernur Anies Baswedan dianggap belum menyerahkan draf rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk izin reklamasi itu.

"Jadi Bapemperda akan membahas itu kalau Gubernur sudah menyerahkan itu ke DPRD melalui sidang Paripurna. Jadi setiap draf raperda itu memang harus disampaikan gubernur melalui sidang paripurna. Ini sama sekali belum masuk," terang Politisi PDI Perjuangan itu.

Izin yang diberikan kepada PT Pembangunan Jaya Ancol dikeluarkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Kawasan Taman Rekreasi Taman Impian Ancol Timur Seluas 120 hektare yang ditandatangani pada 24 Februari 2020.

Kepgub sendiri, dinilai Pantas tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat untuk mengizinkan perluasan suatu kawasan di Ancol itu.

"Ya (tidak kuat dasar hukum). Kepgub itu kan semacam izin prinsip. Saya sampaikan sebenarnya ini kan inkonsistensi sikap gubernur terhadap apa yang dijanjikannya (soal reklamasi Ancol). Itu bukan suatu contoh yang baik buat pemimpin," pungkas Pantas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI dari Gerindra Mohamad Taufik mengatakan, sudah sepatutnya kawasan Ancol 'dipercantik' dengan membangun wahana baru atau lainya.

"Ancol memang perlu perluasan kalau mau bersaing demgan tempat rekreasi di belahan Asia. Pembangunan itu termasuk dari laba yang ditahan Ancol. Saya kira itu nanti menjadi salah satu sarana wisata juga," pungkas Taufik.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Saefullah mengatakan, tujuan adanya perluasan kawasan Ancol untuk menampung tanah hasil pengerukan 5 waduk dan 13 sungai di Ibu kota. Proses pengerukan itu telah dilaksanakan sejak 2009.

Tanah hasil pengerukan tersebut ditumpuk di pantai utara Jakarta tepatnya d wilayah Ancol Timur dan Ancol Barat, menempel langsung dengan area yang dikelola Taman Impian Jaya Ancol. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Penumpang KRL Terus Meningkat, KAI Commuter Minta Prokes Tetap Ditaati

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 19:00 WIB
semakin banyak pengguna yang kembali memanfaatkan KRL Commuter Line untuk beraktivitas terutama di hari...
MI/RAMDANI

Tanggapi Laporan LBH, Pemprov DKI Tegaskan Optimal Tangani Pandemi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:45 WIB
Pemprov DKI menegaskan secara optimal dan berupaya maksimal untuk utamakan keselamatan warga dari risiko paparan...
MI/Andri Widiyanto

Tes PCR Jadi Syarat Terbang, YLKI: Kebijakan Diskriminatif

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 18:15 WIB
Harga Eceran Tertinggi (HET) tes PCR di lapangan kerap diakali oleh provider atau oknum dengan istilah PCR Ekspress, yang katanya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya